Surabaya (beritajatim.com) – Syahar (60) warga Probolinggo yang tewas dikeroyok ternyata baru menginjakkan kaki di Surabaya selama 4 hari. Ia datang pada Sabtu (11/03/2023) dari Probolinggo ke Surabaya untuk bekerja sebagai kuli bangunan.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Rizki Wicaksana mengatakan, korban berpamitan dengan keluarganya di Probolinggo untuk bekerja di Surabaya. Namun naas, Syahar malah menjadi korban pengeroyokan oleh AG (32) warga Pabean Cantikan, MM (27) warga Bangkalan, HR (34) warga Krembangan, RL (47) warga Indrapura dan WD yang masih buron.
“Pamitnya memang bekerja di Surabaya menjadi kuli. Baru 4 hari dari Sabtu (11/03/2023) kemarin,” ujar Ryzki.
Ryzki menjelaskan, terdapat sejumlah luka di sekujur tubuh korban. Mulai luka kepala, rusuk, dan kaki. Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan luka di bagian mana yang membuat korban tewas.
“Luka akibat benda tumpul. Kami masih menunggu hasil autopsi termasuk tes kadar alkohol apakah korban mabuk atau tidak,” tegas Ryzki.
BACA JUGA:
Warga Probolinggo Mengamuk di Surabaya, Dikeroyok, lalu Meninggal
Pria Probolinggo Tewas Dimassa di Surabaya, Diduga Maling
Diberitakan sebelumnya, Syahar, Warga Probolinggo yang tewas dikeroyok 5 warga di Perak Timur ternyata sempat mengamuk di pom bensin Jalan Jakarta. Hal itu terungkap setelah Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan penyelidikan dan menetapkan 5 tersangka.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Ryzki Wicaksana menjelaskan jika korban Syahar tidak bisa disebut pencuri lantaran dalam kejadian tersebut korban sama sekali tidak membawa barang-barang yang ada di dalam rumah.
“Unsurnya belum memenuhi sebagai tindak pidana pencurian. Jadi tidak bisa disebut pencuri,” ujar Ryzki, Kamis (16/03/2023).
[berita-terkait number=”4″ tag=”pengeroyokan-surabaya”]
Saat ini petugas kepolisian masih menunggu hasil otopsi termasuk dari ahli Toksikologi untuk memeriksa kadar alkohol dalam tubuh korban. Tes tersebut dilakukan lantaran, menurut Ryzki, korban Syahar sempat mengamuk di Pom Bensin Jalan Jakarta. Amukan tersebut disertai dengan Syahar yang menggedori setiap kaca mobil dan truk yang sedang mengisi bensin.
“Masih penyelidikan, korban juga masuk rumah karena pagar tidak digembok,” imbuh Ryzki. [ang/but]






