Jember (beritajatim.com) – Setelah tiga tahun tidak ada penerbangan komersial di Bandara Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Jawa Timur, PT Amaya Alam Semesta resmi mengoperasikan penerbangan pesawat Cessna Grand Caravan dengan rute Jember-Surabaya dan Surabaya-Jember pada 22 Desember 2022.
Rencananya, penerbangan akan berlangsung selama tiga bulan dengan jadwal dua kali penerbangan sehari. Bank Jatim sudah setuju mengucurkan uang Rp 1 miliar untuk promosi atau branding perusahaan.
Namun baru berjalan 51 hari, Amaya memutuskan untuk menghentikan operasi penerbangan tersebut. Ini jangka waktu operasional penerbangan tersingkat yang pernah ada di Jember. Sebelumnya, maskapai Garuda dan Wings beroperasi lebih dari tiga bulan.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Semua berawal dari ekspedisi penerbangan Biru Flying Club di atas dataran Cikasur, Gunung Argopuro, medio 2022. “Kami waktu itu mempunyai misi mengaktifkan lagi lapangan terbang Cikasur di Argopuro untuk mitigasi bencana,” kata Eko Rohmat Ferdiansyah, Direktur PT Amaya Alam Semesta, ditulis Selasa (14/3/2023).
Di sinilah awal ketertarikan Eko untuk membuka rute penerbangan Jember ke Surabaya. PT Amaya Alam Semesta berbadan hukum kontraktor umum (general contractor). Namun perusahaan ini memiliki bidang usaha aviasi. “Di penerbangan, harus dibedakan antara badan hukum yang punya SBU (Sertifikat Badan Usaha) dengan AOC (Air Operator Certificate). AOC untuk badan hukum yang memang punya pesawat. Sedangkan Amaya belum punya pesawat, tapi kami punya SBU,” kata Eko.
BACA JUGA:
Sempat Beroperasi di Jember, Apa Itu Pesawat Cessna?
Eko memperhitungkan semua aspek, termasuk tingginya tensi politik di Jember. “Saat masuk ke Jember, saya sudah berhitung dengan itu,” katanya.
Setelah beberapa kali rapat, Eko berinisiatif menawarkan kerja sama operasional dengan Pemerintah Kabupaten Jember untuk mengoperasikan penerbangan di Bandara Notohadinegoro. “Pertimbangannya, potensi Jember tidak kalah dengan Banyuwangi. Tapi perkembangan bandaranya jauh tertinggal. Saat itu tak ada penerbangan di Jember,” katanya.
Tak mengantongi AOC, maka Amaya harus mencarter pesawat maskapai lain. “Kami menggandeng Dimonim Air. Jadi kami tidak ragu-ragu, karena sesuai aturan dan clear. Semangat kami ansich tidak cari uang,” kata Eko.
PT Amaya kemudian mencarter Cessna Grand Caravan dengan kapasitas 12 orang penumpang. “Semangat kami waktu itu adalah bagaimana di Jember ada penerbangan, untuk menarik maskapai penerbangan selanjutnya untuk masuk ke Jember. Rencananya waktu itu tiga bulan (operasional). Semangat kami bersama adalah bagaimana bandara ini bisa hidup kembali,” kata Eko.
“Kenapa kita harus melakukan penerbangan carter terlebih dulu, karena pada kenyataanya tidak ada satu pun maskapai yang diundang mau datang ke Jember, karena hitung-hitungan bisnis, dengan pesawat tipe ATR yang mengangkut 60-70 orang, tidak masuk,” kata Eko.
BACA JUGA:
Surabaya-Jember Sepi, New Cessna Hanya Beroperasi 51 Hari
Pemerintah Kabupaten Jember tidak bisa menggelontorkan uang untuk subsidi maupun sewa pesawat, karena tidak dianggarkan dalam APBD 2023. Maka Amaya bekerja sama dengan Bank Jatim yang menyediakan uang Rp 1 miliar sebagai kompensasi pemasangan logo bank tersebut di badan pesawat Cessna yang beroperasi.
Pimpinan Bank Jatim Cabang Jember Wawan Budi Rachmanto mengatakan, dana yang dikucurkan bukan dana deviden karena Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan belum digelar. “Kami melakukan promosi. Promosi ini ada yang intangible dan tangible. Yang tangible mungkin bisa diukur dengan nilai dana yang masuk. Yang intangible antara lain corporate image,” katanya.
“Dengan adanya logo Bank Jatim nempel di pesawat, kemudian di bandara, sudah pasti nilai Bank Jatim akan lebih tinggi. Seandainya tidak ke Amaya sekalipun, kami melakukan hal seperti itu: kami branding di tempat mana. Itu pun kami memberikan dana ke perusahaan tersebut. Kami sudah terbiasa melakukan branding,” kata Wawan.
Tiket pesawat Jember ke Surabaya dan Surabaya ke Jember dibanderol dengan harga Rp 1,25 juta. Namun Amaya mengeluarkan voucher promosi, sehingga harga tiket lebih murah. Sesuai aturan Kementerian Perhubungan, untuk pesawat carter dengan kapasitas di bawah 30 kursi, pengelola berhak menjual voucher.
“Amaya ini dalam kapasitas membantu Pemkab Jember bagaimana penerbangan ini bisa berjalan. Bagi kami, ikon sebuah daerah adalah lapangan golf dan bandara. Tidak semua wilayah di Jatim punya itu. Jember beruntung punya dua-duanya. Tapi dua-duanya mati suri,” kata Eko.
BACA JUGA:
Pesawat Cessna Grand Caravan Akan Beroperasi di Jember Selama 3 Bulan
Kehadiran Amaya disambut gembira Bupati Hendy Siswanto. Ini seperti jawaban terhadap kebuntuan lobi kepada sekian maskapai penerbangan untuk beroperasi di Jember. “Semua maskapai tidak mau dan tidak bisa ke Jember. Kenapa dan ada apa? Itu sudah di luar kemampuan kita,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jember Agus Wijaya.
Penerbangan resmi diperkenalkan ke publik pada 22 Desember 2022. Tanggal cantik: 221222. Pekan pertama beroperasi pada Desember 2022, kursi penumpang penuh. “Sekitar 8-10 kursi sampai pertengahan Januari 2023,” kata Agus.
Namun problem mulai muncul pada pekan ketiga dan keempat Januari 2023. Pesawat tak pernah terbang dengan 12 kursi terisi penuh. “Load factor Jember-Surabaya sudah hampir baik, sekitar 70-80 persen dari kapasitas 12 seat. Terisi 8-10 kursi. Tapi pulangnya dari Surabaya ke Jember tidak ada,” kata Agus.
Faktor cuaca, menurut Eko, juga memukul operasional penerbangan PT Amaya. “Biasanya sepengetahuan kami di aviasi, pada tahun-tahun sebelumnya enam bulan hujan, enam bulan tidak hujan. Saya masih ingat betul operasional Desember sampai Februari, pesawat kami sempat tidak bisa balik dari Surabaya atau terbang ke Surabaya karena faktor cuaca,” katanya.
“Kami terpukulnya di situ. Saat pesawat tidak bisa kembali dari Surabaya, itu parking fee harus kami bayar, kru pesawat harus kami bayar, kami harus refund ke penumpang. Sehingga secara keuangan, kami berat untuk meneruskan operasional kami sampai tiga bulan,” kata Eko.
Eko tak berkutik, karena Amaya sudah terikat perjanjian dengan maskapai Dimonim Air yang menyewakan Cessna, bahwa ada ‘guarantee hours; 60 jam dalam satu bulan. “Kami bayar deposit semua di awal. Jadi dipakai atau tidak, 60 jam itu secara aturan harus habis. kami membuat jadwal pagi dan sore karena itu. Hitungan kami dalam satu hari ada dua jam yang harus kami habiskan,” katanya.
Akhirnya 10 Februari 2023 menjadi akhir penerbangan Cessna yang diprakarsai PT Amaya. Eko menyatakan, saat ini ada audit internal di perusahaannya oleh auditor independen. Setelah audit tersebut selesai, ia siap duduk bersama dengan Pemkab Jember dan Bank Jatim untuk membicarakan persoalan ini.
BACA JUGA:
Kepala Dishub: Maskapai Penerbangan Tidak Mau Masuk Jember
PT Amaya siap mengembalikan semua uang kepada calon penumpang yang terlanjur membeli voucher . “Untuk voucher kami bertanggung jawab penuh. Tidak usah khawatir. Kami sudah informasikan ke pembeli voucher,” kata Eko.
Eko juga akan membicarakan kelanjutan kerja sama branding dengan Bank Jatim. Dia siap bertanggung jawab. “Karena kerja sama kami dan Bank Jatim adalah tiga bulan. Tentu ada hal-hal yang harus dipertanggungjawabkan dan kami bicarakan dengan Bank Jatim sekaligus dengan Pemkab Jember. Tapi kami selesaikan dulu audit independennya.” katanya.
Saat ini pesawat Cessna yang digunakan untuk penerbangan Jember-Surabaya sedang beroperasi di Kalimantan. “Sampai detik ini logo Bank Jatim masih menempel di badan pesawat, walau saat ini pesawat itu beroperasi di Kalimantan. Tapi paling tidak walaupun kami semisal tidak bisa memenuhi (operasional penerbangan) tiga bulan, ada sedikit satu sisi dari kami yang tetap bisa kami pertahankan yakni logo itu menempel di badan pesawat di Kalimantan sana,” kata Eko.
Eko mengatakan, ada banyak hal penting yang bisa dijadikan pembelajaran oleh eksekutif dan legislatif di Jember jika hendak menjalankan program penerbangan pada masa mendatang. Ia menyarankan kepada Pemkab Jember untuk membeli pesawat sendiri agar bisa dioperasikan sebagai angkutan penumpang.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bandara-jember”]
“Dalam hemat kami, yang paling feasible untuk penerbangan pesawat jarak pendek adalah Grand Caravan dengan kapasitas 12 orang. Pertama, secara operasional clear, bisa jalan. Kami mengalami kendala karena based-nya carter maskapai lain. Beda kalau punya sendiri,” kata Eko.
“Dari sisi keselamatan, untuk penerbangan jarak pendek paling aman Grand Caravan, daripada Boeing, airbus, ATR, karena pesawat rute-rute pendek berada pada ketinggian 7000-8000 feet. Jadi kalau mesin mati, dia bisa gliding. Beda dengan airbus atau Boeing yang terbang di atas 25 ribu feet,” kata Eko.
Berapa harga pesawat Cessna Grand Caravan. “Pesawat ini jangan dilihat tahunnya. Lihat mesinnya. Produksi 2008-2010, dengan dana Rp 35 miliar bisa beli,” kata Eko. [wir/but]






