Jember (beritajatim.com) – Anggota legislator, Feni Purwaningsih dari Komisi D Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Jember, Jawa Timur, mempertanyakan penelitian mengenai potensi penerbangan di Jember oleh oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah setempat.
“Penelitian serius ini dibutuhkan untuk mengetahui apakah penerbangan Jember ini berpotensi atau tidak, agar apa yang kita lakukan ini tidak sia-sia. Surabaya-Jember kalau lewat darat sudah ada tol. Kereta api juga lebih mudah. Jangan hanya mengira-ngira atau melihat Banyuwangi bisa berkembang,” kata Feni, ditulis Selasa (14/3/2023).
Feni tergelitik dengan kenyataan tidak ada penerbangan komersial yang bertahan lama di Jember sejak Bandara Notohadinegoro pertama kali didarati pesawat pada Desember 2004. Terakhir, Penerbangan rute Jember-Surabaya dan Surabaya-Jember yang diselenggarakan PT Amaya Alam Semesta hanya bertahan 51 hari. Diresmikan mendarat pada 22 Desember 2022, penerbangan yang direncanakan berjalan tiga bulan itu justru berhenti pada 10 Februari 2023 karena sepinya penumpang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”dprd-jember”]
Feni menyayangkan terhentinya penerbangan tersebut. “Jangan sampai mengibarkan bendera putih, eman-eman. Masih ada waktu untuk mengejar ini, agar bisa terpenuhi rencana penerbangan tiga bulan,” katanya.
Perempuan berkacamata ini mempertanyakan model pemasaran kegiatan penerbangan itu. “Program ini tentu sudah direncanakan lama. Kenapa bisa sebuah perusahaan yang memiliki perencanaan bisa tidak sampai (tidak menyelesaikan rencana jadwal, red). Di Surabaya banyak yang tidak tahu (adanya penerbangan tersebut). Info ini tidak sampai ke masyarakat,” kata Feni.
Feni menyarankan kepada Dinas Perhubungan agar membuka Bandara Notohadinegoro untuk pusat olahraga dan hobi kedirgantaraan di Jawa Timur. “Mungkin itu bisa jadi masukan, selain kegiatan penerbangan,” katanya.
Kepala Dinas Perhubungan Agus Wijaya yakin Kabupaten Jember memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi rute penerbangan komersial. “Kami sudah survei. Potensi terbesar kita adalah rute Jember-Jakarta. Tapi kita tidak bisa memakai pesawat kecil. Kalau pesawat kecil, kita harus ke Yogyakarta dulu. Potensi berikutnya adalah rute Jember-Denpasar,” katanya.
Namun, Eko Rohmat Ferdiansyah, Direktur PT Amaya Alam Semesta, mengingatkan, penerbangan bisa terus beroperasi ketika pasar tercipta. “Salah satunya dengan pengembangan wisata. Itu yang dilakukan Banyuwangi dan Jember memiliki potensi itu. Terlepas dari miskomunikasi informasi yang terjadi hari ini, kami berharap, karena bupati dan seluruh stakeholders memiliki niat baik, ini bisa dilanjutkan dengan atau tanpa PT Amaya,” katanya. [wir/kun]






