Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 67 keluarga korban Tragedi Kanjuruhan bertemu langsung Bupati Malang HM Sanusi di Pendopo Kabupaten Malang di Jalan Panji, Kepanjen, Sabtu (4/3/2023) siang.
Silaturahmi tersebut juga dihadiri Forkopimda Kabupaten Malang. Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana dalam sambutannya mengatakan, dari 73 keluarga korban tragedi Kanjuruhan asal Kabupaten Malang yang sudah terdata, hadir siang hari ini sebanyak 67 orang keluarga korban.
“Terimakasih kami sampaikan Pak Bupati telah bertatap muka dengan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Kami laporkan dari 73 keluarga korban meninggal dunia tragedi Kanjuruhan asal Kabupaten Malang, hadir sebanyak 67 keluarga korban,” tegas Putu Kholis.
BACA JUGA:
Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Diundang Gubernur Jatim ke Grahadi
Kata Kholis, silaturahmi ini wujud perhatian Forkopimda Kabupaten Malang terhadap keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. “Tentunya silaturahmi ini juga sebagai wujud perhatian Forkopimda Kabupaten Malang. Semoga silaturahmi ini terus berlanjut,” kata Kholis.
Sementara itu, Vincensius Sari, ayah kandung dari remaja yang meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan menjelaskan, keluarga korban Kanjuruhan saat ini berharap masuk fase ingin bangkit, menatap masa depan.
“Kami mewakili keluarga korban Tragedi Kanjuruhan ingin bangkit. Kami ada di fase ingin menatap masa depan, karena jalan kami di depan masih sangat panjang,” tegas Sari, sapaan akrab Vincentius Sari, warga Wonosari, Kabupaten Malang.

Menurut Sari, selama ini keluarga korban Tragedi Kanjuruhan sudah membentuk paguyupan. Dimana setiap 3 bulan sekali, mereka akan berkumpul untuk silaturahmi dan saling menguatkan satu sama lain. “Kami melalui paguyuban ini juga berbagi informasi apa yang kami bisa lakukan. Kami selaku keluarga korban juga sudah membuat database bagaimana langkah baiknya kedepan,” katanya.
Sari mengaku, keluarga korban Tragedi Kanjuruhan sejauh ini berharap ada keadilan berkelanjutan. “Semoga silaturahmi ini berkelanjutan bagi keluarga korban tragedi Kanjuruhan. Kami ingin keadilan, meningkatkan taraf hidup bagi keluarga almarhum yang sudah mendahului kita. Serta adanya transparansi proses hukum yang kami anggap belum ada sejauh ini,” ujarnya.
Ditempat sama, Bupati Malang HM Sanusi berjanji akan memperhatikan seluruh keluarga korban Tragedi Kanjuruhan yang berasal dari Kabupaten Malang. Pihaknya juga sudah menyiapkan sejumlah anggaran serta fasilitas kesehatan bagi keluarga korban tragedi Kanjuruhan.
BACA JUGA:
Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Hormati Proses Hukum
“Untuk biaya pengobatan, keluarga korban tragedi Kanjuruhan seluruhnya kami gratiskan. Silahkan datang ke Puskesmas kami dan rumah sakit pemerintah Kabupaten Malang siap melayani,” tutur Sanusi.
Sanusi menambahkan, untuk biaya pendidikan bagi keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, pihaknya sudah menyiapkan untuk jenjang SD dan SMP. Sementara jenjang SMA akan di bantu Pemprov Jatim. “Kalau ada yang mau masuk ke Ponpes di Kabupaten Malang, silahkan lapor kami. Siapkan datanya, nanti kita gratiskan seluruhnya,” pungkas Sanusi. [yog/suf]






