Surabaya (beritajatim.com) – Kementerian Keuangan Provinsi Jatim memaparkan laporan Asset and Liability Committee (ALCo) Regional Jatim hingga 31 Desember 2022. Salah satunya terkait kondisi perkembangan ekonomi daerah.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jatim, Taukhid mengungkapkan jika tingkat inflasi kembali meningkat pada Desember 2022.
Inflasi pada bulan Desember kembali meningkat 0,60% jika dibandingkan dengan inflasi yang terjadi pada November yang mencapai 0,32%.
Tingkat inflasi tahun ke tahun (YoY) pada bulan Desember mengalami penurunan yakni sebesar 6,52%, dimana nilai ini kembali menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 6,62%.
“Meskipun tingkat inflasi ini menurun, namun nilai ini masih terlampau jauh diatas target Asumsi Dasar Ekonomi Makro (ADEM) APBN yang dimana hanya sebesar 3%,” ujarnya, Jumat (27/1/2023)
Masih tingginya tingkat inflasi tahun ke tahun (YoY) di Jatim ini, disebabkan oleh tingginya inflasi sejumlah kelompok pengeluaran seperti penyedia transportasi (16,43%), penyedia makanan dan minuman/restoran (8,99%), makanan, minuman, dan tembakau (6,98%), dan kelompok pribadi dan jasa lainnya (6,57%).
Dia juga menjelaskan, terkait PDRB Jatim Triwulan III-2022 mencapai Rp700,59 triliun Atas Dasar Harga Berlaku (ADHK), sedangkan PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp447,54 triliun.
Dengan demikian Perekonomian Jatim Triwulan III dibanding Triwulan II-2022 secara q-to-q tumbuh sebesar 2,15%, secara y-on-y tumbuh sebesar 5,58% dibandingkan triwulan III tahun 2021 dan secara kumulatif c-to-c mencapai 5,53%.
“Atas capaian tersebut perekonomian Jawa Timur kuartal ke III 2022 memberikan kontribusi ke perekonomian Nasional sebesar 13,8% berdasarkan ADHB dan sebesar 15% berdasarkan ADHK,” jelasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”ekonomi-jatim”]
Sementara dari sektor ekspor bulan Desember 2022 mengalami penurunan sebesar -0,65% dibandingkan November 2022 (m-to-m) yaitu dari USD 1,97 miliar menjadi USD 1,96 miliar. Dibandingkan Desember 2021 (y-o-y), nilai ekspor mengalami penurunan hingga mencapai -4,45%.
Sedangkan dari sisi nilai Impor bulan Desember 2022 mencapai USD 2,59 miliar atau mengalami penurunan sebesar USD 0,06 miliar atau -2,35% dibandingkan November 2022 (m-to-m) dan dibandingkan Desember tahun 2021 (yoy) nilai impor turun hingga mencapai -6,05%.
“Dengan demikian Neraca perdagangan Jawa Timur selama bulan Desember 2022 mengalami defisit sebesar USD 0,63 miliar. Dan Total defisit Neraca Perdagangan sampai dengan Desember 2022 mencapai – USD 9,16 M (y-to-d),” tutupnya.(ipl/ted)






