Banyuwangi [beritajatim.com] – Data kemiskinan di Banyuwangi menunjukkan penurunan yang cukup tinggi. Kondisi itu terlihat dari data sepuluh tahun terakhir.
Saat ini angka tersebut menunjukkan penurunan hingga menjadi satu digit, setelah sepuluh tahun terakhir masih di atas dua digit.
Berdasarkan data 2022, kemiskinan di Banyuwangi kembali menurun menjadi 7,51 persen. Hal ini menjadi level terendah sepanjang sejarah kabupaten ini sejak Indonesia merdeka.
“Sekitar sedekade, kinerja pengurangan kemiskinan berjalan dengan baik. Dengan segala intervensinya program yang didasarkan pada data, ini menjadi poin penting bagi kami. Bahkan, ini menjadi pemicu kami program apa yang telah Banyuwangi intervensi, kami jadikan analisis dan masuk dalam platform kami,” kata Kepala BPS RI Margo Yuwono saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi.
Sementara itu berbagai inovasi dan kolaborasi semua pihak, Banyuwangu juga terus menorehkan prestasi. Pertumbuhan ekonomi Banyuwangi dari minus 3,58 menjadi 4.08. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat mencapai 71,94 yang merupakan peningkatan tertinggi di Provinsi Jawa Timur pada tahun ini.
“Angka kemiskinan di Banyuwangi tahun ini, juga menurun menjadi 7,51 persen. Ini merupakan yang terendah selama 10 tahun terakhir,” terang Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di kesempatan lain.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pemkab-banyuwangi”]
Selain itu pada tahun 2022, Banyuwangi bebas status desa berkembang menjadi desa kategori maju dan mandiri yang ditetapkan oleh Kementerian Desa PDTT.
“Ada dua desa Banyuwangi masuk dalam 10 besar nasional desa terbaik, desa dengan Indeks Desa Membangun (IDM) tertinggi di Indonesia,” ungkap Ipuk.
Data lainnya menunjukkan penurunan kemiskinan di Banyuwangi menyumbang data jumlah penduduk miskin di Jawa Timur yang mencapai 4,181 juta orang pada Maret 2022.
Data itu jika dibandingkan September 2021, jumlah penduduk miskin menurun 0,078 juta orang. Sementara jika dibandingkan dengan Maret 2021, jumlah penduduk miskin di Jawa Timur meningkat sebanyak 0,392 juta orang.
Namun, data persentase penduduk miskin pada Maret 2022 tercatat sebesar 10,38 persen, menurun 0,21 persen poin terhadap September 2021 dan menurun 1,02 persen poin terhadap Maret 2021. [rin/ted]






