Mirfano bikin kejutan dengan mengundurkan diri dari posisi Sekretaris Daerah Kabupaten Jember. Pria kelahiran 15 Februari 1963 tersebut bakal pensiun pada 1 Maret 2023. Namun pada 12 September 2022, ia sudah mengajukan permohonan masa persiapan pensiun (MPP) kepada Bupati Hendy Siswanto.
Banyak yang terkejut, karena tidak ada tanda-tanda atau gelagat Mirfano akan mengundurkan diri. Terakhir, ia masih memimpin Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara untuk Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2022 pekan ini.
“Saya ingin istirahat. Lagi pula sudah hampir lima tahun saya menjadi sekda. Biar ada penyegaran organisasi,” kata Mirfano. Ia ingin mengemong cucu dan menemani istrinya berbisnis.
Mirfano memiliki pengalaman panjang di birokrasi. Sebelum menjadi sekda, dia pernah menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah di masa Bupati Samsul Hadi Siswoyo, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil menengah Jember pada masa pemerintahan Bupati MZA Djalal, dan Badan Pendapatan Daerah pada masa Bupati Faida. Dia diangkat menjadi sekretaris daerah pada 2018 oleh Bupati Faida.
Dari pengalamannya menjadi sekda, Mirfano menilai, Jember sangat dinamis. “Jember ini kabupaten yang over dinamis. Jadi kesannya sangat menyenangkan dan penuh tantangan,” katanya.
Nama Mirfano naik, saat melawan kebijakan mutasi oleh Bupati Faida pada masa-masa akhir jabatan sang kepala daerah. Faida kemudian mencopot jabatan Mirfano pada 28 Desember 2020 dengan tuduhan dugaan pelanggaran disiplin dan mengangkat Achmad Imam Fauzi yang berposisi pelaksana harian sekda. Posisi Mirfano dipulihkan setelah Hadi Sulistyo diangkat gubernur menjadi Pelaksana Harian Bupati Jember.
Mirfano sudah berpamitan di grup WhatsApp pejabat Pemkab Jember. “Sehubungan MPP, saya mohon diri, senang bisa bekerjasama dengan seluruh rekan kerja selama ini. Mohon maaf atas kesalahan saya dan keluarga. Sudah hampir lima tahun menjabat sekda, sudah waktunya untuk rehat,” tulisnya.
Mirfano juga berterima kasih kepada bupati dan wakil bupati. “Terima kasih atas bimbingan Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati. Semoga bisa menjalankan pemerintahan dengan lebih baik lagi. Kita tetap bersaudara dan mohon pamit,” katanya.
Bupati Hendy Siswanto menyebut Mirfano punya hak mengajukan MPP setahun sebelum pensiun. “Tapi beliau mengajukan sekarang. Itu hak beliau. Tentunya tidak mungkin saya menghalangi,” katanya.
“Saya terus terang sangat sayang (menyayangkan, red), kenapa kok MPP. Tapi itu kan penting buat beliau juga. Kalau saya menghalangi, tidak boleh. Kalau ada apa-apa, beliau ingin ini atau ingin persiapan buat keluarga, saya tidak tahu. Harapan saya pribadi ya beliau menyelesaikan tugas sampai selesai. Nanggung, kan kurang empat sampai lima bulan,” kata Hendy. [wir]






