Politik Pemerintahan

Dualisme Berakhir, Sekda Jember Tetap Mirfano

Sekda Jember Mirfano (foto: Oryza A. Wirawan]

Jember (beritajatim.com) – Dualisme sekretaris daerah Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, berakhir. Pelaksana Harian Bupati Jember Hadi Sulistyo menjalankan surat gubernur tertanggal 15 Januari 2021 yang menganggap pengangkatan pejabat pelaksana tugas di Pemkab Jember oleh Bupati Faida sesudah mengakhiri cuti kampanye pilkada tidak sah.

Berbekal surat gubernur itu, Hadi menegaskan, bahwa Mirfano adalah sekretaris daerah Jember yang sah, bukan Achmad Imam Fauzi yang berposisi pelaksana harian sekda. Keabsahan sebagai sekretaris daerah ini ditunjukkan dengan kehadiran Mirfano untuk memberikan sambutan, dalam acara pengarahan terhadap aparatur sipil negara oleh Hadi Sulistyo, di Aula PB Sudirman Pemkab Jember, Senin (22/2/2021).

Sebelumnya, saat masih menjabat, Bupati Faida mengangkat Achmad Imam Fauzi menjadi pelaksana harian sekda. Dia menggantikan Mirfano yang dicopot jabatannya karena dinilai melakukan pelanggaran disiplin berat.

Hadi Sulistyo sendiri diangkat menjadi pelaksana harian bupati di Jember untuk menjalankan masa transisi pemerintahan hingga Hendy Siswanto dilantik menjadi bupati. Dalam sambutannya, Hadi menyatakan hanya menjalankan perintah Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

“Tugas saya, pertama, melaksanakan tugas sehari-hari sebagai bupati Jember. Kedua, melaporkan pelaksanaan tugas kepada gubernur Jawa Timur. Ketiga, saya sebagai pelaksana harian tidak berwenang mengambil suatu keputusan atau tindakan yang bersifat strategis yang berdampak pada perubahan status pada aspek organisasi, kepegawaian, dan alokasi anggaran,” kata Hadi.

Hadi mengatakan tidak dalam kapasitas membuat kebijakan baru. “Tapi saya melaksanakan amanah yang terkandung dalam surat gubernur tertanggal 15 Januari 2021, yaitu perihal penunjukan pelaksana tugas sekretaris daerah, eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemkab Jember,” katanya.

“Surat tersebut intinya membatalkan semua kebijakan dan keputusan bupati setelah melakukan cuti di luar tanggungan negara dalam rangka kampanye pilkada. Artinya secara formal hukum, jabatan pelaksana tugas atau pelaksana harian tidak pernah ada, karena tidak ada izin dari gubernur. Sehingga tidak ada perlunya pencabutan keputusan yang sudah dibuat bupati tanpa persetujuan gubernur,” kata Hadi, disambut tepuk tangan ASN yang hadir.

Surat gubernur ini merupakan instruksi dan perintah yang harus dilaksanakan dan mempunyai kekuatan hukum. “Karena keputusan bupati tersebut tidak sah, maka otomatis tidak boleh dipakai sebagai pedoman. Apalagi yang menerbitkan surat gubernur itu adalah pejabat yang lebih tinggi kedudukannya. Saya kira paham itu sebagai pejabat,” kata Hadi.

“Dalam Undang-Undang Pilkada memang ada klausul bahwa bupati melakukan pengisian jabatan dengan pelaksana tugas atau pelaksana harian sepanjang di situ benar-benar kosong, tidak ada pejabatnya. Misalnya, meninggal. sakit berhalangan tetap, tidak mempunyai kesalahan,” kata Hadi.

Gubernur menerbitkan surat 15 Januari 2021 setelah melakukan pengkajian mendalam. Ada tim dari Pemerintah Provinsi dan Kementerian Dalam Negeri yang meneliti persoalan di Jember, hingga terbit surat tersebut. “Jadi tidak asal buat. Sudah melalui kajian sangat mendalam,” kata Hadi.

Tak hanya Mirfano yang dikembalikan menjadi sekda. “Setelah acara (rapat) ini, semua pelaksana tugas dan pelaksana harian kembali ke pejabat yang sah, adalah pejabat definitif,” kata Hadi. Sebelum lengser, Bupati Faida memang mengganti sejumlah pelaksana tugas kepala organisasi perangkat daerah dengan pelaksana tugas yang baru. Bahkan sejumlah pejabat dijatuhi sanksi dengan alasan pelanggaran disiplin.

“Dengan adanya normalisasi birokrasi, tidak perlu ada perintah lagi. Silakan bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Segera bergerak. Jangan menunggu perintah lagi. Kalau menunggu perintah lagi, kapan Sampeyan semua bekerja. Kasihan masyarakat Jember yang sudah menunggu dan menanti-nanti seperti ini,” kata Hadi. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar