Sidoarjo (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 seperti membawa berkah tersendiri bagi Syahihub sebagai penyedia layanan mengaji online. Kenapa? Penyesuaian belajar alquran secara daring atau online tersebut, justru membuat Syarihub mendapat banyak klien. Dan meski pandemi sudah terlewatkan, jumlah siswa ngaji online yang mendaftar di Syarihub terus mengalami peningkatan.
“Alhamdulillah, sampai sekarang terus mengalami peningkatan. Selain itu, yang menjadi siswa ngaji online ini tak hanya anak-anak, namun juga remaja bahkan dewasa. Menurut mereka, ngaji online bisa membuatnya lebih khusyu’ dan fokus,” ujar Evilita Adriani, owner Syarihub Selasa (6/9/2022).
Evilita menambahkan, tingginya peminat ngaji online dari Syarihub ini juga dikarenakan fleksibilitas jadwal mengaji yang disediakan. Jadwal mengaji bisa disesuaikan dengan kesibukan siswa.
Selain itu, lanjut dia, kompetensi para pengajar dari Syarihub tidak perlu diragukan lagi. Sebab, setiap pengajar memiliki sertifikat mengajar dari pesantren dan lembaga terkait.
Di Syarihub, siswa juga bisa memilih berapa kali pertemuan dalam satu bulan. Syarihub menyediakan beragam paket bulanan. Mulai dari 4 kali pertemuan perbulan, hingga 20 kali pertemuan perbulan.
Biaya yang dibanderol juga relatif terjangkau, mulai Rp 250.000 per bulan. Nantinya, proses mengaji akan dilaksanakan melalui platform digital seperti aplikasi zoom atau google meet.
“Karena itu, banyak masyarakat yang tertarik dengan ngaji online. Tak hanya di Indonesia, namun juga sampai dari luar negeri seperti Amerika, Korea, dan Singapura. Jadi pengajar kami mengajar ngaji dengan menggunakan bahasa inggris,” jelas Evilita.
Menurut Evilita, tak hanya membawa manfaat bagi masyarakat yang ingin belajar mengaji. Ngaji online Syarihub juga memberi dampak positif untuk para guru ngaji di Indonesia.
Hal ini memang menjadi semangat awal Syarihub yakni sebagai penghubung antara masyarakat yang ingin mengaji dan para guru ngaji. “Karena kami mendapat data bahwa sebanyak 60 persen masyarakat muslim di Indonesia belum bisa mengaji. Sedangkan ada banyak lulusan pondok pesantren yang memiliki kompetensi untuk menjadi pengajar mengaji. Jadi kami ingin menjembatani mereka,” jelasnya.
Syarihub menjadi salah satu bentuk ekonomi kreatif yang tumbuh di saat pandemi, serta tetap bisa mempertahankan eksistensi usahanya meski pandemi sudah mulai mereda.
Sebab, Syarihub tak hanya beradaptasi dengan kondisi, namun juga berhasil menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat. “Semoga dan pembelajaran di Syarihub membawa berkah bagi kita semua, baik murid dan pengajar,” tutup Evilita L dengan mengamini. (isa/kun)







