Lamongan (beritajatim.com) – Forum Keserasian Sosial (FKS) Gempita Damai, menggelar kegiatan Dialog Tematik bertajuk “Memperkuat Nilai-Nilai Spiritual dalam Upaya Mencegah Munculnya Konflik dalam Masyarakat’, di di Balai Desa Kentong, Kecamatan Glagah.
Diketahui, kegiatan yang digagas oleh FKS Gempita Damai Lamongan ini didukung oleh Program Keserasian Sosial Kementerian Sosial Tahun 2022, yang juga bagian dari implementasi rencana aksi Sinergisitas Kementerian/Lembaga.
Spiritual Harmoni ini di antaranya Sudarmadi, SH., MM (Sekretaris Bakesbangpol Lamongan), Iswanto S.Pd (Ketua Forum Keserasian Sosial Gempita Damai), Ahmad Jauhari (Kepala Desa Kentong Kecamatan, Glagah, Lamongan), H. Muslikh, MM (Ketua BPD Desa setempat).
Lalu Syamsul (Ketua LPM Desa setempat), Rezza Alfian (Fasda Sinergisitas Kab.Lamongan), dan 50 Orang perwakilan Masyarakat Desa, Tokoh masyarakat, Karang Taruna, serta perwakilan perempuan.
Menurut Ketua FKS Gempita Damai, Iswanto, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mencegah konflik sosial, radikalisme, terorisme, dan untuk menanamkan perlunya menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. “Kegiatan itu juga untuk menekankan akan pentingnya wawasan kebangsaan bagi generasi muda dalam menjaga keutuhan NKRI,” ujar Iswanto, Sabtu (27/8/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”lamongan”]
Pihaknya juga menambahkan bahwa bantuan keserasian sosial semacam ini merupakan bagian dari sinergisitas dan spritual harmoni, yang mana pendampingannya dilakukan secara langsung oleh BNPT.
“Kegiatan keserasian sosial di Desa Kentong ini akan fokus pada pembuatan lapangan futsal dan penguatan ekonomi pembelian benih ikan untuk kolam pemancingan. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi warga,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kades Kentong Ahmad Jauhari optimis bahwa kegiatan positif seperti ini akan menjadikan masyarakat bisa semakin baik, sehingga juga mampu mewujudkan desa menjadi lebih baik.
Jauhari juga mengajak masyarakat untuk bersatu padu dan merasa bangga dengan adanya kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini mampu mendorong generasi muda untuk lebih kreatif dan inovatif di berbagai bidang.
“Kami berharap, semoga program ini dapat mencegah para generasi muda terlibat narkotika, radikalisme dan terorisme,” harapnya.
Sementara itu, Sekretaris Bakesbangpol Lamongan, Sudarmadi menjelaskan bahwa setiap negara yang merdeka dan berdaulat pasti memiliki cita-cita dan tujuan akhir yang mulia, yakni terciptanya bangsa yang adil, makmur dan sejahtera.
Oleh karenanya, Sudarmadi mengibaratkan, Indonesia ini bagaikan bangunan yang memiliki pondasi kuat. Jika bangunannya adalah NKRI, maka pondasinya adalah Pancasila, sedangkan aturan dalam rumah tangga itu yakni UUD 1945, serta Bhinneka Tunggal Ika.
“Kalau kepingin negara itu kuat, dasar kita adalah Pancasila. Dan kerangka kita NKRI itu aturannya UUD 1945 dan di dalamnya Bhinneka Tunggal Ika. Semoga melalui kegiatan ini, ada secercah harapan untuk membangun Indonesia lebih Harmoni. Agar terus tumbuh dan berkembang lebih kuat,” tandasnya.
Sekadar diketahui, kegiatan dialog tematik ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai penggalian strategi dan kiat dalam mencegah konflik, radikalisme, kenakalan remaja, serta peningkatan wawasan kebangsaan yang cinta tanah air dan NKRI.
Dalam kegiatan ini juga disalurkan bantuan berupa pembuatan lapangan futsal dan benih ikan untuk kolam pemancingan di Desa Kentong, Kecamatan Glagah, Lamongan.[riq/kun]






