Gresik (beritajatim.com) – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Gresik menggagas zonasi pertanian dan memperkuat pengawasan pupuk demi meningkatkan ketahanan pangan.
Ketua DPC HKTI Gresik, Musa mengatakan, ada enam poin yang menjadi gagasannya. Salah satunya akan membangun zona pertanian, zona peternakan melalui demplot dan akan bekerjasama dengan dinas pertanian dan CSR perusahaan. Kemudian, HKTI harus membentuk timsus untuk program pelatihan dan penyuluhan ke desa-desa. “Kami juga membuat program pelatihan khusus untuk petani milenial,” katanya, Minggu (21/08/2022).
Selain gagasan diatas lanjut Muda, organisasinya juga merekomendasikan ada desain khusus infrastruktur pertanian sesuai hasil pemetaan dan zonasi. “HKTI Gresik juga membentuk satgas pengawasan distribusi pupuk subsidi. Kedepan berkolaborasi dengan siapaun, agar sektor pertanian menjadi lebih baik,” ujarnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”HKTI”]
Sekretaris DPD HKTI Jawa Timur, Warsito berharap DPC HKTI Gresik menajdi pelopor bagi DPC lainnya. Setelah Rakercab langsung muncul program bisa langsung dijalankan.
Sementara, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menambahkan, HKTI harus bersama-sama menjaga ketahanan pangan. Seperti daerah di Ujungpangkah sebagai penghasil ikan bandeng, kemudian sektor pertanian di Sidayu, Balongpanggan dan banyak lainnya.
Harus ditingkatkan, bahkan di tingkat desa sekalipun harus punya role mode ketahanan pangan. “Data pertanian harus valid, kerjasama atau kolaborasi saling dukung, terus koordinasi dalam ketahanan pangan,” ungkapnya. [dny/kun]






