Gresik (beritajatim.com) – Petrokimia Gresik menjamin ketersediaan pupuk non subsidi untuk petani tebu di Jawa Timur. Jaminan diberikan melalui program makmur Kementrian BUMN.
Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan, terkait dengan ini dirinya terjun langsung melakukan sosialisasi di Desa Kebaron, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo yang didominasi petani tebu.
“Kami turun ke bawah untuk mendengar langsung kebutuhan petani tebu. Melalui program makmur bisa menjadi solusi untuk menjawab tantangan yang selama ini dihadapi oleh para petani,” katanya, Selasa (15/03/2022).
Masih menurut Arya, tujuan program yang digagas Kementrian BUMN ini supaya petani sejahtera. Serta bisa mudah mendapat pendanaan mulai dari pupuk.
“Kalau gagal panen dikasih asuransi, kemudian dana pengelolaan lahan, ada yang beli offtaker-nya,” paparnya.
Sementara Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menyatakan siap menjamin ketersediaan pupuk non subsidi untuk mendukung program Kementerian BUMN.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pupuk”]
“Selain pupuk non subsidi, kami juga akan menyuplai pestisida melalui anak perusahaan, sekaligus memberikan kawalan edukasi pemupukan berimbang melalui layanan uji tanah. Sehingga, petani bisa mengetahui kondisi lahan dan mendapat rekomendasi formula pupuk yang tepat,” ujarnya.
Seperti diberitakan, program Kementrian BUMN ini diluncurkan sejak Agustus 2021. Diikuti 50.054 petani dengan menggunakan lahan seluas 71.612 hektar.
Program tersebut terbukti mampu meningkatkan produktivitas komoditas jagung sebesar 34,91 perseb, dan padi sebesar 33,71 perseb. Sementara dari sisi penghasilan atau keuntungan petani jagung naik 48,07 persen, dan petani padi naik 44,92 persen. [dny/but]






