Jember (beritajatim.com) – Belanda adalah pasar potensial bagi komoditas kopi Indonesia. Ekspor kopi dari Indonesia ke Belanda relatif stabil selama masa pandemi Covid-19.
Mayerfas, Duta Besar RI untuk Belanda mengatakan, jumlah ekspor kopi Indonesia ke Belanda pada 2020 mencapai 5,16 juta dolar. “Rata-rata warga Belanda meminum empat cangkir kopi sehari,” katanya, dalam acara Indonesian Coffee Cupping 2021 di Hotel Marriot Den Haag, Belanda, Kamis (2/9/2021).
KBRI Belanda terus memfasilitasi dan mempromosikan kopi Indonesia ke khalayak Belanda dan Eropa, bekerjasama dengan berbagai pihak, termasuk PT. Astra Internasional. Acara Indonesian Coffee Cupping 2021 yang dihadiri tester kopi profesional, pemilik cafe, barista dan importir kopi dari Belanda dan Belgia adalah salah satu upaya promosi itu. Acara tersebut digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Belanda bersama Kementerian Perdagangan RI.
Mayerfas mengatakan, ada ribuan pulau di Indonesia dan setiap pulau yang memiliki perkebunan kopi menghasilkan cita rasa kopi yang unik yang berbeda. “Jadi ada banyak pilihan kopi Indonesia, dan kesemuanya nikmat,” katanya, sebagaimana dilansir Humas Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (4/9/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”kopi”]
Salah satunya adalah kopi arabica dan robusta Bondowoso yang diikutsertakan dalam acara tersebut. Komoditas kopi tersebut adalah produksi petani di Kecamatan Sumber Wringin, Bondowosom yang selama ini dibina Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Jember dan PT. Astra Internasional.
Sekertaris I LP2M Universitas Jember Ali Badrudin bersyukur kopi Bondowoso mendunia. “Kegiatan coffee cupping oleh tester profesional ini selanjutnya akan menghasilkan sertifikat yang menjadi salah satu jaminan bahwa kopi Bondowoso sudah tidak diragukan lagi cita rasanya,” katanya saat mengikuti acara itu secara daring. Dia berharap kopi Bondowoso bisa masuk ke perundingan dengan importir kopi dari Belanda dan negara lain di Eropa. [wir/ted]






