Koperasi Merah Putih Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, memfasilitasi petani rakyat untuk mengekspor kopi.
KUMPULAN BERITA Kopi Jember
Wakil Bupati Djoko Susanto mendorong kopi robusta yang dipanen petani Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur untuk bisa diekspor kembali.
“Kopinya luar biasa dan harus kita kelola lebih intensif lagi, sehingga banyak product knowledge dari bahan kopi. Kebetulan kita membahas kesehatan (dalam debat pilkada). Ternyata masih ada orang yang tidak paham bahwa kopi bisa untuk kesehatan,” kata Hendy Siswanto.
Di era kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto, Kabupaten Jember, Jawa Timur, memiliki dua status Indikasi Geografis (IG) kopi robusta, yakni Java Argopuro di wilayah barat dan Java Raung Gumitir untuk wilayah timur. Terbitnya dua IG ini menyalip Kabupaten Banyuwangi.
Pembabatan ribuan batang pohon varietas kopi robusta Milo Pace oleh oknum pemerintah desa medio Februari 2024 lalu membuat petani kopi di Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur jera.
Perusahaan Umum Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan milik Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, berharap pasokan kopi dari petani untuk memaksimalkan kinerja tujuh mesin produksi yang saat ini nganggur.
Sejumlah petani melaporkan perusakan tiga hektare pohon kopi varietas baru Milo Pace ke Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, Jumat (5/4/2024). Kerugian mencapai miliaran rupiah.
Petani meminta Bupati Hendy Siswanto agar memediasi konflik pembabatan kurang lebih tiga ribu batang pohon kopi robusta varietas baru Milo Pace, yang ditanam di atas lahan tanah kas desa seluas tiga hektare.
Alananto, kuasa hukum petani kopi yang menjadi sasaran pembabatan oleh Pemerintah Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, memberikan kesempatan kepada Bupati Hendy Siswanto untuk memediasi konflik.
Joni Pelita, Camat Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, sempat tak percaya kopi varietas baru Milo Pace dibabat oleh Pemerintah Desa Pace pada medio Februari 2024. Pembabatan tersebut dipicu oleh perbedaan dukungan saat pemilihan kepala desa.









