Gresik (beritajatim.com)- Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Gresik sangat banyak. Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindag (Diskoperindag) ada 171 ribu UMKM. Namun, baru sedikit yang masuk ke ritel modern.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik Agus Budiono mengatakan, awalnya pihaknya mengajukan 31 produk industri rumah tangga. Jumlah itu sudah mengantongi sertifikat secara lengkap lalu diajukan ke PT Indomarco Prismatama yang menjalin kerjasama dengan Pemkab Gresik.
“Dari 31 produk yang diajukan tersebut, pihak PT Indomarco sebagai pemilik gerai melakukan verifikasi. Baru tujuh produk UMKM lolos verifikasi dan saat ini sudah terpasang di ritel modern. Tujuh produk itu diantaranya sambel serai, sambel klotok, kopi bubuk, abon, roti kering, usus, dan madu mongso,” ujarnya, Minggu (8/8/2021).
Tujuh produk UMKM Gresik itu, dilihat tingkat permintaan konsumennya cukup tinggi. “Nanti itu juga dievaluasi, apakah produknya laku atau tidak. Kalau tidak begitu laku ya mungkin akan dievaluasi oleh PT Indomarco,” ungkap Agus.
Agus menambahkan, persaingan penjualan di gerai ritel modern begitu ketat. Apalagi produk milik Gresik belum begitu populer. “Ada yang sudah punya branding nasional, ada yang ekspor, tapi ekspor belum resmi,” imbuhnya.
Selain menggandeng ritel modern, Diskoperindag juga akan menggandeng pihak Bea Cukai. Hal ini dilakukan untuk mempermudah proses ekspor produk tersebut.
[berita-terkait number=”5″ tag=”umkm”]
Sebelumnya,Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) melakukan kerjasama dengan PT Indomarco Prismatama. Yakni agar produk UMKM Gresik bisa dijual di gerai milik PT Indomarco. Tidak hanya itu, para pelaku usaha ini juga dibekali dengan sertifikasi produk halal oleh Diskoperindag.
Data Diskoperindag Gresik menyebutkan, sejak tahun 2016 tercatat sudah ada 415 UMKM bersertifikasi merk dan 92 halal. Rinciannya, tahun 2016 sebanyak 62 merk, tahun 2017 60 merk, 2018 sebanyak 40 merk, 2019 jumlahnya 126 merk, 2020 sebanyak 75 merk, dan 2021 sejumlah 52 merk. “Yang sertifikasi halal baru ada tahun 2018 sehingga jumlahnya baru 92,” pungkas Agus. [dny/suf]






