Situbondo (beritajatim.com) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, sudah menggerakkan petugas di semua wilayah untuk menyosialisasikan tata cara penyembelihan hewan korban di masa pandemi tahun ini.
“Pokoknya, semua mulai dari penyediaan hewan korban sampai pembagiannya mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan,” kata Kepala Disnakkeswan Situbondo Hasanuddin Riwansia.
Ada 36 petugas yang bergerak. “Rata-rata satu petugas menangani dua desa. Satu desa bisa ada tiga atau empat tempat korban. Tapi yang tidak tertampung di rumah potong hewan, prinsipnya lapangannya harus luas dan petugasnya dibatasi. Betul-betul efisien. Begitu jadi kemasan-kemasan, bisa langsung dibawa takmir masing-masing dan diserahkan kepada calon penerima yang berhak,” kata Hasanuddin.
[berita-terkait number=”4″ tag=”idul-adha-2021″]
Disnakkeswan berupaya mengawasi kesehatan ternak-ternak yang hendak disembelih. “Kalau kami temukan ada yang sakit, ya kami obati dan isolasi supaya tak menular,” kata Hasanuddin.
Penyakit apa yang diwaspadai? “Rata-rata hewan kecil kalau berkumpul agak padat, yang paling kami jumpai adalah penyakit mata. Karena itu sudah jadi kebiasaan, itu tak luput dari pengamatan kami,” kata Hasanuddin.
Disnakkeswan juga mengawasi kemungkinan adanya penyakit hewan ternak yang berpotensi menular kepada manusia. “Itu perlu kami fokus di sana. Jangan sampai ada,” kata Hasanuddin. Penyakit yang secara nasional dikhawatirkan dan diantisipasi adalah antraks. [wir/ted]






