Mojokerto (Beritajatim.com) – JNE kembali hadir menggelar program webinar ‘Ngajak Online 2021’. Program yang telah diselenggarakan sejak tahun 2017 menghadirkan Syanaz Nadya Winanto Putri, Founder Rorokenes Artisan Woven Bag dan Soegiarto, Owner Max Max Collection ini, berbagi strategi pemasaran bisnis kreatif dan inovatif di era digital.
Digelar secara virtual di tengah pandemi Covid-19, ‘Ngajak Online 2021’ mengusung tema ‘Goll… Aborasi Bisnis Online’. Program ini juga dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Mojokerto ke 103. Workshop secara virtual dalam bentuk webinar untuk mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19.
Program berisi pelatihan gratis bagi UMKM ini bertujuan agar produk berkualitas yang dihasilkan dapat dipasarkan secara luas melalui langkah-langkah strategis di era digital. Serta memberikan edukasi mengenai strategi penjualan di era digital untuk meningkatkan potensi UMKM.
Headline Regional Jatim, Bali, NTB dan NTT, Dian Afrizal mengatakan, pandemi Covid-19 yang berlangsung setahun terakhir menyebabkan banyak usaha tumbang dan membuat pola aktivitas berubah. “Pesen makanan dilakukan secara online, delivery. Sektor UMKM, di masa pandemi banyak muncul dan berkembang,” ungkapnya, Rabu (30/6/2021).
Seperti di Mojokerto banyak produk baru di jual. Sehingga JNE dengan programnya, ‘Ngajak Online 2021’ ingin mengajak kolaborasi dan memberikan support kepada UMKM dengan layanan COD. Dengan program tersebut, UMKM diharapkan bisa mendapatkan inspirasi dari sejumlah narasumber dalam kiat sukses sehingga bisa mengikuti dan berkembang.
Sementara itu, Kepala Cabang JNE Mojokerto, Ismet Fahrurozi mengatakan, JNE merupakan murni produk anak bangsa dengan empat nilai inti yang ditanamkan kepada seluruh karyawan JNE. “Jujur, disiplin, bertanggung jawab dan visioner. Ini menjadi pilar perusahaan,” katanya.
JNE memiliki tagline ‘Connecting Happiness’, JNE tidak hanya sekedar pengantar paket tapi juga peduli terhadap lingkungan. JNE memiliki kegiatan sosial, sedekah setiap hari Jumat dengan cara membagikan makanan kepada petugas tukang sapu, tukang becak dan masjid. JNE berbagi juga mengandeng panti asuhan.
“Di tengah pandemi Covid-19, kita juga membagikan APD dan masker di puskesmas terpilih di Mojokerto raya. Penyemprotan disinfektan ke masjid atau tempat ibadah. Selain berbagi, kita juga support program pemerintah dalam hal memutus rantai pandemi Covid-19. JNE memiliki 170 karyawan dengan 150 armada,” tambahnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”mojokerto”]
JNE akan meningkatkan kolaborasi dengan UMKM. Program dengan UMKM, lanjut Ismet, salah satunya program hari libur dengan diskon 10 persen dan promo diskon 10 persen untuk layanan internasional bagi UMKM. Dalam rangka Hari Jadi Kota Mojokerto ke 103, JNE juga memberikan gratis ongkir se-Mojokerto.
“Di masa pandemi ini, kita juga menerapkan protokol kesehatan, mulai pelanggan datang melakukan cuci tangan dan hand sanitizer. Pengantar barang, sebelum diantar barang disemprot cairan disinfektan. Bisnis kita aman saat pandemi, sehingga kita berkolaborasi dengan UMKM agar bisa survive dan berkembang,” tuturnya.
Dalam webinar tersebut, peserta yang join sampai akhir acara akan mendapatkan voucher free ongkir senilai Rp100 ribu, JLC Poin (JNE Loyalty Card) yakni 10 poin untuk anggota JLC baru dan 10 poin untuk anggota JLC terdaftar. Serta Sertifikat Webinar (e-certificate) plus produk dari narasumber. [tin/but]

as a preferred source on Google




