Surabaya (beritajatim.com) – Angka kasus Covid-19 di Jawa Timur terus melonjak. Setiap harinya ada tambahan 700-an kasus baru Covid-19 di Jatim. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menegaskan tidak akan memilih opsi lockdown.
Khofifah menjelaskan, Jatim memilih opsi PPKM mikro ketat. Bila ada sebuah klaster di daerah, akan dilakukan mikro lockdown, seperti yang diterapkan di Kota Pasuruan, serta Malang. “Ndak, ndak (tidak lockdown),” tegas Khofifah kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (22/6/2021).
“Katakan kalau sekarang itu mikro lockdown, ada di Pasuruan. Lalu mikro lockdown di Malang juga ada. Jadi satu kampung di-lockdown, atau beberapa rumah sekitarnya lockdown,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemprov-jatim”]
Menurut Mantan Mensos RI ini, opsi pengetatan PPKM mikro dilakukan di sejumlah daerah yang mengalami kenaikan kasus Covid-19. “Jadi begini, kalau pengetatan PPKM, kita ini kan PPKM perpanjangan ke-9, sampai 28 Juni. Kalau PPKM pengetatan itu berarti di titik yang terkonfirmasi zona COVID-19 oranye dan merah,” ujarnya.
“Hari ini sebenarnya sudah dilakukan di Kota Pasuruan, Kota Malang, ada Kabupaten dan Kota Mojokerto, Ngawi, di Kabupaten dan Kota Madiun juga. Hari ini juga sedang dilakukan pengetatan PPKM di 8 desa di lima kecamatan di Bangkalan. Kecamatan Kota ada tiga desa, Arosbaya dua desa. Lalu di Klampis, Geger, Burneh, masing-masing satu desa,” tuturnya.
Sejauh ini, lanjut Khofifah, PPKM mikro telah diterapkan di seluruh 38 kabupaten/kota di Jatim. “Jadi, semua menerapkan PPKM. Sekarang penegakkan PPKM di masing-masing daerah.Kalau ada pengetatan, ada jam malam, nah penegakannya di kabupaten/kota. Kita juga selalu koordinasi terus dengan 38 kabupaten/kota,” pungkasnya.
Kasus positif Covid-19 di Jawa Timur sedang melonjak. Tercatat, ada 5.158 kasus aktif positif Covid-19 di Jatim. Dari data Satgas Covid-19 Jatim, Bangkalan menjadi kabupaten dengan kasus aktif tertinggi, yakni sebanyak 941. (tok/kun)






