Ringkasan Berita:
- Diana Sasa menilai tantangan terbesar Riyin Nur Asiyah adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap DPRD Magetan.
- Pergantian pimpinan diharapkan menjadi momentum mengembalikan DPRD sebagai rumah rakyat.
- Riyin didorong membangun kepemimpinan yang transparan, kritis, dan responsif terhadap aspirasi masyarakat.
- PDIP menyatakan siap bekerja sama sekaligus tetap menjalankan fungsi kontrol terhadap DPRD dan pemerintahan.
Magetan (beritajatim.com) – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan, Diana Amaliyah Verawatiningsih atau Diana Sasa, menilai tantangan terbesar Riyin Nur Asiyah setelah dilantik sebagai Ketua DPRD Magetan adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.
Diana menyampaikan hal tersebut seusai menghadiri pelantikan Riyin Nur Asiyah sebagai Ketua DPRD Magetan di ruang paripurna DPRD Magetan, Selasa (1/9/2026).
Menurut Diana, pergantian pimpinan DPRD harus menjadi momentum untuk memperkuat kembali fungsi lembaga legislatif sebagai rumah rakyat. DPRD dituntut mampu menyerap aspirasi, menjalankan fungsi pengawasan, serta memastikan kebijakan yang dihasilkan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Pelantikan ini bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi momentum untuk menghadirkan kembali DPRD sebagai rumah rakyat. PR terbesar ke depan adalah mengembalikan kepercayaan rakyat Magetan,” ujar Diana Sasa.
Ia menilai dinamika politik yang terjadi di Magetan menjadi catatan bersama. Karena itu, Riyin diharapkan mampu merangkul berbagai elemen masyarakat sekaligus membangun kepemimpinan DPRD yang transparan, kritis, dan responsif terhadap aspirasi publik.
“Rakyat tidak hanya melihat siapa yang menduduki jabatan, tetapi melihat bagaimana lembaga tersebut bekerja. Apakah suara mereka didengar, apakah aspirasi mereka diperjuangkan, dan apakah kebijakan yang dihasilkan benar-benar memberi manfaat,” katanya.
Diana menegaskan PDI Perjuangan akan tetap mengawal jalannya pemerintahan dan kerja-kerja DPRD Magetan. Dukungan terhadap pimpinan baru, kata dia, tetap disertai fungsi kontrol sebagai bagian dari proses demokrasi.
“Kami siap bekerja sama untuk kepentingan rakyat, tetapi juga akan tetap memberikan catatan kritis apabila ada hal yang perlu diperbaiki. Demokrasi yang sehat membutuhkan kerja sama sekaligus pengawasan,” pungkasnya.
Pelantikan Riyin Nur Asiyah menjadi awal kepemimpinan baru DPRD Magetan. Kinerja lembaga legislatif ke depan akan menjadi perhatian masyarakat, terutama dalam penyerapan aspirasi, pengawasan pemerintahan, serta kebijakan yang berdampak langsung terhadap kepentingan publik. [fiq/beq]






