Ringkasan Berita:
- Ratusan warga mengikuti Senam Bersama dalam rangka HUT ke-108 Kota Mojokerto.
- Wali Kota Ika Puspitasari mengajak masyarakat melawan budaya “mager” melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
- Peserta tampil dengan beragam kostum, termasuk kebaya dan jarik, yang menambah semarak kegiatan.
- Pemkot Mojokerto mendorong olahraga rutin menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Mojokerto (beritajatim.com) – Semangat hidup sehat mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-108 Kota Mojokerto. Ratusan warga Kelurahan Prajurit Kulon memadati Taman Bahari Majapahit (TBM) untuk mengikuti Senam Bersama yang digelar Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Prajurit Kulon sebagai bagian dari kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
Mengusung tema “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Tentram”, kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai hadiah undian, termasuk hadiah utama seekor kambing yang menjadi daya tarik bagi para peserta.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan Germas merupakan program nasional yang bertujuan membangun kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas fisik secara rutin.
“Kita bersyukur akhir pekan ini masih diberikan nikmat sehat sehingga bisa melaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Tentram bersama masyarakat Kelurahan Prajurit Kulon. Germas adalah gerakan yang mengajak seluruh masyarakat untuk aktif bergerak demi menjaga kesehatan,” ungkapnya, Sabtu (13/6/2026).
Wali kota yang akrab disapa Ning Ita itu menilai perkembangan teknologi membawa tantangan tersendiri karena membuat sebagian masyarakat semakin jarang melakukan aktivitas fisik.
Menurutnya, penggunaan gawai yang berlebihan kerap memicu kebiasaan malas gerak (mager) sehingga berdampak pada kesehatan.
“Kita tahu saat ini gadget menjadi salah satu alasan besar masyarakat untuk mager. Tetapi saya bersyukur masyarakat Prajurit Kulon tetap aktif bergerak, rajin mengikuti senam, dan menjaga kebugaran. Ini luar biasa,” katanya.
Suasana senam bersama semakin semarak karena banyak peserta mengenakan kostum unik. Sebagian warga tampil menggunakan pakaian tradisional seperti kebaya dan jarik saat mengikuti gerakan senam.
Bagi Ning Ita, hal tersebut membuktikan bahwa olahraga dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa harus mengenakan pakaian olahraga khusus.
“Sekarang olahraga tidak harus dengan pakaian olahraga. Pakai jarik, pakai kebaya pun tetap bisa aktif bergerak. Yang terpenting adalah kemauan untuk sehat dan terus bergerak,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Ning Ita juga mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai kebiasaan sehari-hari. Ia menyarankan warga melakukan aktivitas fisik setidaknya lima hari dalam sepekan dengan intensitas yang disesuaikan usia dan kondisi kesehatan masing-masing.
Menurutnya, menjaga kebugaran tidak selalu harus melalui olahraga berat.
“Olahraga tidak harus yang berat. Tidak harus lari 5 kilometer atau bersepeda puluhan kilometer. Gerakan stretching dan kardio ringan yang dilakukan secara rutin sudah sangat baik untuk menjaga kesehatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, budaya hidup sehat perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat dan mampu menekan risiko berbagai penyakit akibat kurang bergerak.
“Salam sehat untuk Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108. Semoga masyarakatnya sehat, kotanya maju, semuanya berkah dan bahagia,” pungkasnya.
Kegiatan senam bersama tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-108 Kota Mojokerto yang tidak hanya menghadirkan hiburan dan kebersamaan, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya aktivitas fisik sebagai investasi kesehatan jangka panjang. [tin/beq]






