Makkah (beritajatim.com) – Jemaah haji Indonesia dikenal sebagai kelompok paling santun, disiplin, dan murah senyum oleh penduduk lokal di Arab Saudi pada musim penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M.
Citra positif ini mengakar kuat di kalangan pelaku usaha hingga seniman di Tanah Haram, yang mengakui perilaku baik para tamu Allah dari Nusantara di tengah jutaan jemaah dari seluruh dunia.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, kesan mendalam ini terekam dari berbagai interaksi sosial antara warga lokal dengan jemaah. Kesan tersebut tidak hanya datang dari layanan formal, tetapi juga dari keseharian jemaah saat beribadah maupun berbelanja di Makkah.
Testimoni “Indonesia Baik” dari Saleh Abkar
Saleh Abkar, seorang guru musik dan kreator konten dengan jutaan pengikut, mengungkapkan kekagumannya secara langsung. Saat didapuk oleh Syarikah Rakeen untuk menyambut kedatangan jemaah di lobi Gulf Suites Hotel 1, Syisyah, Makkah, Jumat malam (1/5/2026), Saleh tak henti memberikan pujian.
Setelah melantunkan nasyid dan shalawat, pria yang aktif di akun Facebook “salehakbar1” ini menegaskan opininya kepada petugas haji Indonesia. “Bagaimana bilang Indonesia tidak baik? Indonesia itu baik!” ungkap sosok yang juga dikenal sebagai pelatih pengembangan diri tingkat lanjut tersebut.
Kepopuleran Bahasa Indonesia di Kaki Bukit Goa Hira
Kesan serupa juga datang dari sektor perdagangan. Aiman Bahasuan, Marketing Supervisor di Thayyibah Gift kawasan Jabal Nur, mengakui bahwa jemaah Indonesia adalah pelanggan utama yang sangat ramah. Saking seringnya berinteraksi, Aiman mahir menawarkan dagangan menggunakan bahasa Indonesia dengan logat Arab yang khas.
“Ini Bapak, Ibu, gelang tulis nama; cincin tulis nama; sajadah tulis nama,” tutur Aiman saat melayani rombongan di pintu keluar Museum Wahyu, Rabu (29/5/2026).
Ia mengakui belajar bahasa sedikit demi sedikit dari jemaah yang berkunjung. Menurut Aiman, jemaah Indonesia luar biasa banyak dan memiliki perangai yang baik.
Aiman bahkan memiliki kartu nama dengan sebutan “Penjual Alarb” dan aktif di media sosial TikTok dengan 304,6 ribu pengikut. Hal ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh jemaah Indonesia terhadap ekosistem ekonomi dan sosial di Makkah.
Jemaah yang Bagus dan Senyum-senyum
Di sektor transportasi, pengusaha dari Syarikah Rawahil, Bandares Abdul Wahab, turut memberikan apresiasi tinggi. Saat berbincang dengan petugas transportasi Daerah Kerja (Daker) Makkah, ia menyebut jemaah Indonesia memiliki standar karakter yang sangat bagus di mata penduduk lokal.
“Indonesia bagus-bagus, senyum-senyum,” kata Bandares di pool bus Rawahil, Kawasan Zumum, Kota Makkah. Ketertarikannya pada karakter orang Indonesia bahkan membuatnya sering berkunjung ke berbagai kota di tanah air, mulai dari Jakarta, Bandung, Makassar, hingga Lombok dan Bali.
Data SISKOPATUH 2025 menunjukkan volume jemaah umrah Indonesia mencapai 648.485 orang hingga April tahun lalu, ditambah 221.000 jemaah haji. Jumlah yang masif ini, jika dibarengi dengan karakter yang santun, menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang paling dihormati oleh penduduk lokal Arab Saudi. [ian/MCH]






