Sumenep (beritajatim.com) – Harga komoditas cabai di pasar tradisional Sumenep awal pekan ini fluktuatif. Untuk cabai rawit yang sempat melangit, pekan ini harganya melandai.
Per kg Rp50.000. Turun Rp10.000 dibanding pekan lalu. Sebaliknya, harga cabai merah besar justru meroket. Naik Rp8.000 menjadi Rp42.000 per kg.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Idham Halil mengatakan, harga cabai rawit berangsur turun karena stok di pasaran mulai melimpah. Beberapa daerah sentra penghasil cabai rawit mulai masuk masa panen.
“Kalau cabai merah besar masih belum masuk panen, sehingga stok di pasaran minim. Karena itu harganya naik,” katanya, Senin (20/4/2026).
Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah telur ayam ras. Pekan ini harganya Rp27.000 per kg, turun Rp1.000 dibanding pekan lalu. Sedangkan telur ayam kampung tetap Rp 48.000 per kg.
“Untuk harga daging pekan ini stabil. Harga daging sapi Rp130.000 per kg, daging ayam broiler Rp40.000 per kg, dan daging ayam kampung Rp80.000 per kg,” terang Idham.
Sedangkan untuk harga komoditas lain relatif stabil. Harga minyak goreng kemasan 2 liter tetap Rp44.000 seperti pekan lalu, minyak goreng curah Rp21.000 per kg, dan Minyakita kemasan 1 liter Rp15.700.
“Untuk harga beras lokal tetap Rp13.000 per kg, dan beras kualitas premium harganya stabil Rp14.600 per kg,” terang Idham.
Untuk harga gula pasir stabil Rp18.000 per kg. Harga bawang merah tetap Rp 40.000 per kg, dan bawang putih Rp30.000 per kg,” ujarnya.
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga sembako di Pasar Anom baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. [tem/suf]






