Jember (beritajatim.com) – Volume penebusan pupuk bersubsidi oleh petani di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mencapai 15 ribu ton. Ini rekor tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Penebusan saat ini telah mencapai 12 persen dari alokasi Jember untuk tahun 2026, yaitu 124.122 ton. “Kalau melihat fenomena realisasi ini, Jember termasuk (kategori) pemakaian serempak di seluruh wilayah,” kata Account Executive (AE) PT Pupuk Indonesia (Persero) di Jember, Slamet Saputra, sebagaimana dilansir PT Pupuk Indonesia (Persero), Jumat (17/4/2026).
Slamet berharap, tingginya penebusan ini berdampak positif terhadap produktivitas pertanian di Kabupaten Jember. Pupuk Indonesia sendiri berkomitmen menjaga stok sesuai dengan alokasi yang ditetapkan pemerintah.
Stok pupuk bersubsidi per 10 April 2026 di empat gudang Jember cukup untuk memenuhi pupuk bersubsidi petani Jember di awal musim tanam April-September 2026. Tercatat ada 1.760 ton urea,571 ton NPK Phonska, 90 ton pupuk organik, dan 39 ton ZA tersedia. Armada dari Petrokimia Gresik secara estafet terus mengirimkan pasokan baru NPK Phonska setiap harin untuk mengimbangi tingginya daya serap di lapangan.
Armada kapal angkut dari pabrik Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang sempat tertahan oleh fenomena pasang surut Sungai Musi. Namun Slamet menegaskan, petani di Jember tidak perlu khawatir, karena Pupuk Indonesia mendatangkan pasokan dari Pupuk Kalimantan Timur.
Mulai 1 April 2026, pasokan urea di Jember resmi beralih dari jenis prill (asal Pusri) menjadi granul produksi Pupuk Kalimantan Timur. Slamet menjamin kedua produk itu mempunyai kualitas yang sama untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
“Kami memiliki kewajiban untuk menghabiskan sisa stok urea prill di gudang terlebih dahulu hingga batas akhir bulan Juni nanti. Memasuki 1 Juli 2026, seluruh pupuk Urea yang ditebus oleh petani dipastikan sudah seragam berwujud granul,” kata Slamet.
Perubahan rayonisasi ini adalah solusi permanen untuk menghindari kendala alam di jalur Sungai Musi pada masa mendatang. Dengan demikian distribusi pupuk bersubsidi untuk petani di Jember tetap lancar.
Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan Pertanian DTPHP Jember, Moch. Kosim telah bersurat resmi kepada Pupuk Indonesia untuk memastikan kecukupan pasokan. “Jangan sampai pada masa transisi ini muncul opini publik seolah-olah pupuk bersubsidi itu langka di lapangan,” katanya. [wir/ian]






