Surabaya (beritajatim.com) – Seorang pelajar asal Surabaya berinisial FS (15) menjadi korban aksi begal di pusat kota, tepatnya di kawasan Jalan Pandan, Kecamatan Genteng, Rabu malam (8/4/2026). Korban dirampas sepeda motornya dan mengalami kekerasan fisik oleh pelaku.
Dari keterangan keluarga, aksi kejahatan tersebut dilakukan oleh empat orang pelaku yang diduga membawa senjata tajam. Peristiwa terjadi sekitar pukul 19.00 WIB saat korban bersama rekannya melintas dari Jalan Tuwowo menuju Rangkah.
Kakak korban, Fahmi, mengungkapkan bahwa adiknya dicegat oleh para pelaku saat berada di jalan. Korban kemudian dipaksa berboncengan tiga bersama pelaku dan dibawa berkeliling sebelum akhirnya dirampas kendaraannya.
“Adik saya dipaksa berboncengan tiga dengan pelaku, diajak muter-muter dari Rangkah menuju Kusuma Bangsa hingga akhirnya pelaku merampas motor dan menurunkan adik saya di Jalan Pandan,” kata Fahmi, Senin (10/4/2026).
Selama dalam penguasaan pelaku, korban juga mengalami kekerasan dan intimidasi agar tidak melakukan perlawanan. Karena ketakutan, korban terpaksa menuruti permintaan pelaku.
Setibanya di lokasi kejadian, korban diturunkan dan sepeda motor Honda Vario miliknya langsung dibawa kabur. Korban sempat berteriak meminta pertolongan hingga didengar oleh karyawan ekspedisi di sekitar lokasi.
“Sempat teriak dan terdengar sama karyawan ekspedisi di sekitar lokasi, lalu dikejar tapi tidak kena, keburu kabur pelakunya,” terang Fahmi.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian pipi, pelipis, dan punggung. Selain itu, sepeda motor miliknya juga raib dibawa pelaku.
Keluarga korban telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Genteng dan berharap pelaku segera ditangkap.
Kanit Reskrim Polsek Genteng, Vian Wijaya, membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan dengan menelusuri rekaman CCTV dan memeriksa sejumlah saksi.
“Sementara ini sudah kita tangani kasusnya. Anggota sudah melakukan penelusuran kepada CCTV di sekitar lokasi dan memeriksa para saksi. Mohon doanya semoga pelaku cepat tertangkap,” jelas Vian. [ang/beq]






