Surabaya (beritajatim.com)– Polycystic Ovarian Syndrome atau PCOS merupakan gangguan hormon yang cukup umum terjadi pada wanita usia produktif. Diperkirakan sekitar 8% hingga 13% wanita mengalami kondisi ini Sayangnya, banyak yang tidak menyadarinya karena gejalanya sering dianggap sebagai dampak stres, pola makan, atau gaya hidup yang kurang sehat.
Selama ini, PCOS sering dikaitkan dengan haid yang tidak teratur. Padahal, kondisi ini juga dapat memengaruhi metabolisme tubuh, kadar gula darah, hingga kesehatan mental. Ada sejumlah tanda lain yang kerap muncul namun sering diabaikan karena dianggap keluhan ringan.
Sering Ingin Makanan Manis
Keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan manis atau tinggi karbohidrat bisa menjadi salah satu tanda PCOS. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan resistensi insulin, yaitu saat tubuh kesulitan mengontrol kadar gula darah. Akibatnya, tubuh terus mengirim sinyal lapar, terutama keinginan terhadap makanan manis. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu kenaikan berat badan dan memperburuk gejala PCOS.
Suasana Hati Mudah Berubah
Perubahan suasana hati yang tidak stabil juga bisa menjadi tanda PCOS. Ketidakseimbangan hormon dapat memengaruhi emosi dan membuat seseorang lebih mudah cemas, marah, atau merasa sedih tanpa alasan jelas. Selain itu, peradangan ringan dalam tubuh juga diduga memengaruhi zat kimia di otak yang berperan dalam mengatur suasana hati.
Mudah Lelah Meski Sudah Istirahat
Rasa lelah yang terus-menerus meskipun sudah tidur cukup juga perlu diperhatikan. Pada pengidap PCOS, kelelahan bisa muncul bahkan saat melakukan aktivitas ringan. Kondisi ini sering berkaitan dengan gangguan kadar gula darah dan peradangan dalam tubuh, sehingga energi terasa cepat habis dan sulit berkonsentrasi.
Perubahan pada Kulit yang Perlu Diperhatikan
PCOS dapat memengaruhi kondisi kulit karena tingginya hormon androgen. Kulit bisa menjadi lebih berminyak dan rentan berjerawat, terutama di wajah, dada, atau punggung.
Selain jerawat, perubahan lain yang bisa muncul adalah skin tags, yaitu daging tumbuh kecil di area leher atau ketiak. Ada juga bercak kulit yang tampak lebih gelap dan tebal di lipatan tubuh, seperti leher atau ketiak, yang sering dikaitkan dengan gangguan pengaturan gula darah. Sebagian wanita juga mengalami pertumbuhan rambut berlebih di area tertentu, seperti dagu, dada, atau perut, akibat tingginya kadar hormon androgen.
Berat Badan Sulit Turun
Banyak wanita dengan PCOS mengeluhkan berat badan yang sulit turun meskipun sudah menjaga pola makan dan rutin berolahraga. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan resistensi insulin yang membuat tubuh lebih mudah menyimpan lemak, terutama di area perut. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme di kemudian hari.
Penting untuk Tidak Mengabaikan Gejala
Jika Anda merasakan beberapa gejala tersebut secara bersamaan, sebaiknya tidak mengabaikannya. PCOS yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko jangka panjang, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga kanker lapisan rahim. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah mencatat perubahan yang dirasakan, seperti pola haid, berat badan, atau kondisi kulit. Catatan ini dapat membantu dokter menentukan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. [Meychel Salsabyla]






