Ringkasan Berita :
* PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo melalui anak usahanya, PT Industri Nabali Lestari (INL), meresmikan operasional fasilitas jalur pengisian (filling line) minyak goreng di Tanjung Perak, Surabaya, sekaligus mengapalkan perdana tiga kontainer minyak goreng ke wilayah Indonesia Timur.
* Kolaborasi strategis dengan PT Lestari Jaya Indonesia Maju ini diproyeksikan mampu menekan biaya distribusi hingga 40 persen, sehingga harga minyak goreng INL menjadi jauh lebih kompetitif di pasar Indonesia Timur.
* Selain itu, PTPN IV PalmCo kini tengah fokus mengakselerasi hilirisasi nasional, termasuk pengembangan produk turunan sawit dan energi terbarukan yang ditargetkan beroperasi pada 2028.
————————————————–
Surabaya (beritajatim.com) – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo memperkuat komitmennya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga minyak goreng nasional. Hari ini, perusahaan meresmikan grand opening fasilitas jalur pengisian (filling line) minyak goreng merek INL di Tanjung Perak, Surabaya, serta melakukan pengapalan perdana tiga kontainer produk ke wilayah Indonesia Timur.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara anak usaha PTPN, PT Industri Nabali Lestari (INL), dengan PT Lestari Jaya Indonesia Maju (LJIM). Direktur Utama PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan upaya perusahaan memenuhi mandat pemerintah dalam memastikan ketersediaan minyak goreng yang terjangkau bagi masyarakat.
”Tujuannya jelas, kami ingin memastikan ketersediaan pasokan minyak goreng bagi masyarakat dengan harga yang sesuai dengan ketentuan pemerintah,” ujar Jatmiko di Surabaya, Jumat (5/6/2026).
Pemilihan Tanjung Perak, Surabaya, sebagai lokasi filling line bukanlah tanpa alasan. Jatmiko menjelaskan bahwa Surabaya merupakan gerbang utama logistik maritim nasional yang menjadi solusi atas tingginya biaya distribusi dari pabrik utama INL di Sei Mangkei, Sumatera Utara.
”Ini adalah upaya optimalisasi aset. Dengan tambahan kerjasama strategis selama 10 tahun bersama PT LJIM, kami mengoperasikan total delapan mesin pengisian. Kapasitas produksi di tahap awal mencapai 8 ribu ton minyak goreng kemasan per bulan,” jelasnya.
Jatmiko optimistis angka tersebut akan terus meningkat, yang tidak hanya menjamin pasokan di Indonesia Tengah dan Timur, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal.
Direktur PT Industri Nabati Lestari (INL), Darwin Hasibuan, menambahkan bahwa efisiensi logistik yang dicapai melalui fasilitas ini sangat signifikan.
“Kehadiran filling line di Surabaya ini mampu menghemat biaya distribusi ke wilayah Indonesia Timur hingga 40 persen. Dengan efisiensi logistik yang lebih baik, harga minyak goreng INL menjadi jauh lebih kompetitif dan dapat bersaing sehat di pasar Indonesia Timur,” ujar Darwin.
Tancap Gas Hilirisasi: Dari Margarin hingga Biofuel
Di luar komoditas minyak goreng, PTPN IV PalmCo kini tengah fokus pada agenda hilirisasi nasional melalui program Danantara. Jatmiko memaparkan bahwa pihaknya sedang membangun portofolio produk turunan kelapa sawit yang lebih bernilai tambah.
”Kami sedang menyiapkan pembangunan pabrik margarin, fasilitas Cocoa Butter Substitutes/Cocoa Butter Equivalents, hingga pabrik biofuel berbasis FAME,” tambah Jatmiko Krisna Santosa, Dirut PalmCo.

Tidak berhenti di sektor pangan, perusahaan juga merambah sektor energi hijau. Saat ini, sedang dikembangkan 17 fasilitas Compressed Biomethane Gas yang memanfaatkan limbah kelapa sawit menjadi energi terbarukan.
”Seluruh proyek ini sedang berjalan secara bertahap. Kami menargetkan pada 2028, fasilitas-fasilitas ini sudah beroperasi penuh dan memberikan dampak nyata bagi kemandirian pangan dan energi nasional,” pungkas Jatmiko.[rea]






