Surabaya (beritajatim.com) – PT Citicon Nusantara Industries kembali menegaskan komitmen sosialnya melalui penandatanganan kerja sama pelatihan pertukangan dasar dengan Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya, Selasa (3/3/2026). Kolaborasi yang memasuki tahun keempat ini difokuskan pada pembekalan keterampilan konstruksi bagi klien Bapas yang akan kembali ke tengah masyarakat.
Program tersebut dirancang sebagai upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya bagi warga binaan yang telah menyelesaikan masa pembinaan dan memasuki fase reintegrasi sosial. Melalui pelatihan pertukangan dasar, peserta diharapkan memiliki kompetensi teknis sebagai modal kemandirian ekonomi, baik melalui jalur wirausaha maupun penyerapan tenaga kerja di sektor konstruksi.
Cipto Prabowo Atmojo menyatakan Citicon memposisikan diri bukan sekadar produsen bahan bangunan, melainkan pelopor edukasi konstruksi di Indonesia, khususnya untuk solusi dinding ringan. Edukasi dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial digital hingga pelatihan tatap muka dengan metode pembelajaran aplikatif.
“Pelatihan bagi klien Bapas Kelas I Surabaya ini merupakan bagian dari program edukasi berkelanjutan perusahaan dalam mendorong terciptanya ekosistem konstruksi yang lebih berkualitas dan inklusif,” ujarnya.
Kepala Bapas Kelas I Surabaya, Surakhmat, A.Md.IP., S.Sos., menyampaikan program tersebut membantu proses pembinaan klien. Menurutnya, pelatihan mampu menumbuhkan minat belajar sekaligus mendorong klien menekuni profesi pertukangan sebagai pilihan karier setelah menyelesaikan proses hukum.
“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan pertukangan dari Citicon. Klien kami menjadi lebih termotivasi untuk belajar dan berminat menekuni profesi pertukangan. Bahkan, tidak sedikit yang sudah menggunakan produk bata ringan Citicon karena dinilai memudahkan proses pembangunan serta memberikan hasil yang kuat dan memuaskan,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama ini terus berlanjut sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan.
“Kami berharap kerja sama ini tetap terjalin dalam rangka pembinaan klien Bapas Surabaya, sehingga semakin banyak klien yang termotivasi untuk menjadi lebih baik, mengubah pola pikir dalam mencari pekerjaan, serta memiliki bekal keterampilan setelah menjalani masa pidana di lapas maupun rutan,” tambahnya.
Menurutnya, program tersebut juga memacu semangat jajaran Bapas Surabaya dalam melaksanakan pembinaan. Selain menambah keahlian teknis, pelatihan ini tetap diminati oleh klien yang sebelumnya telah berprofesi sebagai tukang.
“Meski beberapa klien sudah memiliki pengalaman sebagai tukang, mereka tetap antusias mengikuti pembelajaran dari Citicon karena materi yang diberikan bersifat aplikatif dan relevan dengan kebutuhan lapangan,” tuturnya.
Selain penguatan aspek sosial, Citicon juga mendorong inovasi produk untuk menjawab kebutuhan pasar konstruksi yang menuntut efisiensi dan ketahanan struktur. Cipto menyebut Bata Ringan Citicon pada kelas BAA-4 memiliki keunggulan kuat tekan dibandingkan produk sejenis di kelasnya. Produk tersebut telah mengantongi sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), Green Label, serta meraih penghargaan Top Brand selama 12 tahun berturut-turut.
Terbaru, Bata Ringan Citicon memperoleh sertifikat material dinding tahan gempa. Sertifikasi ini dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional, terutama dalam konteks mitigasi risiko bencana dan penguatan standar keselamatan bangunan di wilayah rawan gempa.
Sementara itu, Panel Lantai Citicon diposisikan sebagai solusi substitusi dak cor beton konvensional. Produk ini mendukung tren konstruksi ringan untuk proyek pembangunan baru maupun renovasi bangunan eksisting. Dengan bobot lebih ringan dan proses instalasi relatif cepat, panel lantai pracetak tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi waktu serta biaya konstruksi. [way/beq]






