Jombang (beritajatim.com) – Polres Jombang kini tengah memburu empat bandit jalanan yang melakukan aksi kejam dengan menggunakan senjata tajam di Desa/Kecamatan Sumobito.
Keempat pelaku tersebut terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan yang menimpa seorang wanita bernama Lilik Anggraini (62), yang mengalami luka parah setelah dibacok oleh pelaku saat mempertahankan tas berisi uang hasil jualan sembako sebesar Rp10 juta.
Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah mengidentifikasi keempat pelaku. “Kami telah mengidentifikasi empat pelaku pencurian dengan kekerasan yang menggunakan senjata tajam itu,” ujarnya pada Jumat (27/2/2026).
Polisi juga mengumpulkan rekaman CCTV dan memeriksa berbagai aksi di lokasi kejadian untuk mempercepat proses penyelidikan.
Kronologi kejadian bermula pada Rabu petang, 25 Februari 2026, sekitar pukul 17.40 WIB. Saat itu, Lilik Anggraini bersama suaminya, Loo Sianturi (67), sedang pulang menggunakan sepeda motor Honda Prima dari toko sembako mereka, ‘Sumber Hidup’, yang terletak di kawasan Pasar Sumobito.
Tiba-tiba, sepeda motor Suzuki Satria berwarna hitam mendekat dan memepet kendaraan mereka, memaksa Lilik dan suaminya berhenti di pinggir jalan.
Tak lama kemudian, dua sepeda motor lainnya datang dari arah belakang dan menabrak sepeda motor korban. Dua pelaku yang dibonceng oleh sepeda motor tersebut turun dan langsung mengeluarkan senjata tajam jenis parang. Mereka berusaha merampas tas yang dibawa Lilik, yang berisi uang Rp10 juta.
Lilik yang berusaha mempertahankan tas tersebut menjadi sasaran amukan pelaku. “Korban mengalami luka sobek di tangan kanan dan kiri. Dia dibacok oleh pelaku karena mempertahankan tas berisi uang Rp10 juta,” jelas Dimas. Lilik segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Setelah berhasil merampas tas, pelaku melarikan diri menuju arah barat dan kemudian berbelok ke selatan. Pihak kepolisian kini tengah melakukan identifikasi dan terus berupaya untuk menangkap para pelaku yang diketahui sangat berbahaya.
“Uang milik korban sebesar Rp10 juta dibawa kabur oleh pelaku. Saat ini kita lakukan identifikasi,” kata Dimas.
Peristiwa ini menambah daftar kejahatan jalanan yang terjadi di wilayah Jombang, memunculkan rasa khawatir di kalangan masyarakat tentang meningkatnya aksi kejahatan menjelang lebaran 2026. [suf]






