Blitar (beritajatim.com) – Geliat pertumbuhan ekonomi di Kota Blitar menunjukkan performa impresif pada awal tahun 2026 ini.
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Blitar, realisasi investasi pada Triwulan I (Januari–Maret) tahun 2026 telah menembus angka fantastis sebesar Rp 109,51 miliar.
Angka ini mencerminkan akselerasi ekonomi yang kuat di tengah transformasi struktural kota dan turunannya daya beli secara nasional.
Capaian tersebut setara dengan 24,68 persen dari keseluruhan target investasi tahunan yang dipatok Pemerintah Kota Blitar sebesar Rp 443,62 miliar untuk tahun 2026.
Laju pertumbuhan yang impresif pada tiga bulan pertama ini memberikan optimisme tinggi bahwa target akhir tahun akan mampu terlampaui seiring meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha lokal.
Plt. Kepala DPMPTSP Kota Blitar, Erlin Ferida Kunawati, menyatakan bahwa performa investasi pada awal tahun ini menepis stigma lama yang selama ini melekat pada Kota Blitar. Struktur realisasi modal yang masuk membuktikan bahwa dinamika ekonomi kota sudah bergeser secara fundamental ke arah yang lebih produktif dan bernilai tambah tinggi.
“Target realisasi investasi Kota Blitar tahun 2026 443,62 milyar. Persentase capaian hingga Triwulan I sebesar 24,68%” ujar Erlin Ferida Kunawati saat memaparkan data capaian makro tersebut, Kamis (4/6/2026).
Sejak era kepemimpinan Syauqul Muhibbin, Kota Blitar perlahan-lahan mulai berganti. Investor-investor nasional kini mulai melirik Bumi Bung Karno untuk dijadikan tempat menanamkan modalnya.
Yang paling terlihat di sektor-sektor kuliner, dimana Kota Blitar sekarang banyak usaha-usaha makanan yang muncul. Bukan hanya brand lokal namun juga nasional.
Bila ditelaah lebih dalam berdasarkan bidang usaha, sektor korporasi modern menjadi tulang punggung utama pertumbuhan. Sektor Aktivitas Keuangan dan Asuransi mencatatkan kontribusi tertinggi dengan nilai realisasi mencapai Rp 42,27 miliar.
Tingginya penetrasi sektor keuangan ini mengindikasikan kuatnya sirkulasi modal serta tingginya tingkat literasi dan kebutuhan finansial masyarakat maupun pelaku usaha di Kota Blitar.
Menyusul di posisi kedua, sektor Perdagangan Besar dan Eceran yakni Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor membukukan investasi sebesar Rp 32,89 miliar. Sektor ini menegaskan status baru Kota Blitar sebagai hub logistik dan pusat perbelanjaan regional bagi daerah-daerah hinterland di sekitarnya.
Sementara itu, sektor Industri Pengolahan menduduki peringkat ketiga dengan torehan Rp 18,76 miliar, mengindikasikan sektor manufaktur skala kecil hingga menengah terus berekspansi di wilayah hilir.
Menariknya, sektor-sektor yang berbasis pada mobilitas masyarakat dan gaya hidup urban juga terus merangkak naik. Sektor Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum (sektor pariwisata dan kuliner) menyumbang Rp 6,84 miliar, disusul oleh sektor Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial sebesar Rp 6,16 milar.
Di sisi lain, sektor primer seperti Pertanian dan Pertambangan mencatatkan angka Rp 0. Hal ini menjadi konfirmasi logis dari karakteristik Kota Blitar yang memaksimalkan keterbatasan wilayah geografisnya dengan fokus penuh pada pengembangan sektor tersier (jasa dan perdagangan).
“Iklim investasi yang sudah bagus ini yang kemudian kita usaha untuk menjaganya dan memperbaikinya,” tandasnya. (owi/ted)






