Pontianak (beritajatim.com) – Kota Pontianak resmi menjadi lokasi penutup rangkaian workshop “AI Tools for Journalists” yang diselenggarakan oleh Suara.com dan Local Media Community (LMC) dengan dukungan Google News Initiative (GNI) pada 12-13 Februari 2026. Pelatihan seri keenam yang berlangsung di Hotel Ibis Pontianak City Center ini sukses membekali total 175 peserta yang tersebar di enam kota besar di Indonesia.
Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak luas bagi dunia pers tanah air dengan target penyebaran manfaat hingga ke 600 jurnalis di berbagai redaksi. Sebelum tiba di Kalimantan Barat, rangkaian workshop ini telah menyambangi jurnalis di Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, hingga Palembang sejak Desember 2025.
Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono, hadir langsung untuk menekankan urgensi adaptasi jurnalis terhadap pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Menurutnya, penguasaan teknologi ini menjadi syarat mutlak agar karya jurnalistik tetap kompetitif, memiliki jangkauan distribusi yang luas, serta memberikan dampak nyata bagi publik.
“Kita selalu mengagungkan kualitas, quality content. Tapi jika (konten itu) tidak terdistribusi dengan baik, tidak akan banyak dibaca khalayak, dan jadinya kurang berdampak. Itu jadinya (karya kita itu) nggak akan ke mana-mana,” ungkap Suwarjono di hadapan peserta di Pontianak.
Suwarjono menambahkan bahwa jurnalis yang bersedia belajar AI akan berkembang jauh lebih progresif dibandingkan mereka yang menutup diri dari perkembangan zaman. Ia memperingatkan risiko besar jika industri jurnalisme bersikap tidak adaptif, yang berujung pada tertinggalnya karya-karya jurnalistik oleh kemajuan teknologi.
“Karena sangat bahaya kalau jurnalisme itu tidak adaptif, justru nanti kita –jurnalis dan karya-karya jurnalistiknya– akan ditinggalkan oleh teknologi,” tambahnya.
Mengingat dinamika AI yang terus berubah setiap bulannya, Suwarjono mengajak para jurnalis untuk terus mengeksplorasi potensi bantuan dari berbagai alat atau tools digital yang tersedia. Hal ini krusial untuk memastikan efisiensi kerja tanpa mengabaikan kualitas serta integritas informasi yang dihasilkan.
“Apalagi AI ini terus berkembang dengan pesat. Bulan depan akan ada (sesuatu) yang baru, lalu kemudian ada lagi yang baru, begitu seterusnya. Di sini makanya kita perlu belajar; di mana saat kita bekerja kita perlu memanfaatkan berbagai potensi bantuan atau tools yang ada,” ujar Suwarjono.
Peserta dalam sesi terakhir ini tidak hanya berasal dari Kota Pontianak, melainkan juga datang dari Kabupaten Sintang, Singkawang, hingga Kabupaten Kayong Utara. Kelompok peserta terdiri dari jurnalis, editor, hingga pimpinan media tradisional yang kini sedang bertransformasi ke platform digital maupun media sosial.
Dua trainer ahli, jurnalis Kolase.id Alfiyyah Ajeng Nurardita dan Wakil Pemimpin Redakai Suara.com Reza Gunadha, memandu jalannya pelatihan dengan memperkenalkan berbagai perangkat digital pendukung kerja redaksi. Materi mencakup penggunaan Google Trends, ragam alat verifikasi seperti Reverse Image Search dan Fact Check Explorer, hingga pemanfaatan Gemini, Pinpoint, dan NotebookLM.
Selama 13 jam pelatihan, para peserta terlibat aktif dalam diskusi materi serta praktik langsung melakukan riset berkelompok menggunakan kecerdasan buatan. Pada hari kedua, peserta mempraktikkan cara merancang dan memproduksi konten jurnalisme yang kreatif dengan bantuan berbagai tools AI yang telah dipelajari.
Salah seorang peserta, Maria dari Suara Kalbar, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru mengenai kemudahan pengolahan dokumen menjadi produk kreatif. Ia menilai teknologi AI sangat membantu dalam menarik data secara cepat untuk diubah menjadi infografis, podcast, hingga kuis interaktif.
“Misalnya saja, bahwa ternyata dari dokumen yang kita punya, itu ternyata bisa lho ditarik data-datanya dengan mudah, lalu dengan mudah pula diturunkan jadi produk-produk seperti infografis, bahkan video atau podcast, juga kuis dan game interaktif. Ini tentu menarik sekali,” ungkapnya.
CEO Inidata.id, Aceng Mukaram, menuturkan bahwa workshop ini membuka potensi besar bagi media lokal untuk menciptakan produk informasi yang lebih segar. Inovasi ini dianggap penting untuk menjawab tantangan menurunnya minat audiens terhadap format artikel teks konvensional yang kian minim dibaca saat ini.
“Workshop ini membuka banyak potensi untuk beragam produk baru bagi media kita yang terus terang belakangan mungkin artikel-artikelnya sudah semakin minim sekali dibaca oleh audiens saat ini,” tutur Aceng Mukaram.
Manfaat serupa dirasakan oleh Riska Nanda, jurnalis Pontianak Post asal Sintang, yang mengapresiasi kesempatan belajar mengenai berbagai perangkat kecerdasan buatan tersebut. Ia menegaskan bahwa materi yang diberikan sangat membantu jurnalis dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas laporan di lapangan.
“Bermanfaat banget. Jujur, workshop ini adalah yang pertama kali saya ikuti terkait tools AI,” ucap Riska Nanda.
Arsito Hidayatullah selaku Koordinator Program memastikan bahwa proses berbagi ilmu antara penyelenggara dan jurnalis tidak akan berhenti di ruang pelatihan. Saat ini, pihaknya sedang menjalankan fase mentoring dan monitoring melalui grup percakapan aktif untuk memastikan alat-alat digital tersebut benar-benar diimplementasikan di redaksi masing-masing.
“Walau rangkaian workshop-nya sendiri saat ini sudah berakhir, tapi kita berharap masih dapat terus memaksimalkan manfaat yang bisa didapat oleh kawan-kawan peserta, baik untuk pribadi maupun bagi media tempatnya bekerja. Kita senantiasa mendorong kawan-kawan untuk mengeksplorasi lebih jauh tools yang sudah sama-sama dipelajari itu,” tuturnya. [beq]






