Mojokerto (beritajatim.com) — Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam RI), Djamari Chaniago ke Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, bukan sekadar agenda silaturahmi. Di hadapan jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat, ia menegaskan pentingnya soliditas daerah dalam menjaga stabilitas nasional.
Kehadiran Menko Polkam RI disambut langsung oleh Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Syaifudin Chalim, serta Bupati Muhammad Al Barra. Pertemuan berlangsung di Gedung Putih Serba Guna Graha Afia, kompleks pesantren yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam terbesar di Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Gus Barra menegaskan bahwa Kabupaten Mojokerto selama ini berada dalam kondisi aman dan kondusif. Ia bahkan mencontohkan, saat sejumlah daerah lain dilanda gelombang demonstrasi besar beberapa waktu lalu, Kabupaten Mojokerto tetap tenang tanpa gejolak berarti. “Kondisi ini terjaga berkat kekompakan Forkopimda dan dukungan masyarakat,” ungkapnya, Sabtu (14/2/2026).
Menko Polkam RI, Djamari Chaniago mengaku terkesan dengan situasi tersebut. Ia menyebut Kabupaten Mojokerto sebagai daerah yang “istimewa” karena mampu menjaga stabilitas sekaligus mencatat pertumbuhan ekonomi tinggi. Menurutnya, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto yang mencapai 6,5 persen melampaui angka nasional.
“Ini merupakan indikator kuat keberhasilan sinergi pemerintah daerah dan masyarakat. Tidak mudah mencapai angka seperti ini jika tidak ada kerja sama yang solid. Ini prestasi yang harus dijaga. Keamanan dan kesejahteraan adalah dua hal yang saling berkaitan. Tanpa stabilitas politik dan sosial, pembangunan ekonomi sulit berjalan optimal,” katanya.
Selain itu, Djamari juga mengingatkan ancaman lain yang kerap luput dari perhatian, yakni kerusakan lingkungan. Wilayah Kabupaten Mojokerto yang didominasi kawasan perbukitan dan pegunungan dinilai rentan terhadap bencana alam apabila tidak dikelola dengan bijak.
“Jangan sampai kita merusak alam. Kalau alam rusak, dampaknya akan kembali ke masyarakat. Kalau ada yang merusak lingkungan, laporkan kepada pihak yang berwajib. Mari bersama-sama membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan. Tunjukkan kalau Kabupaten Mojokerto adalah kabupaten unggulan,” tegasnya.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Syaifudin Chalim turut mengajak seluruh elemen daerah untuk menjaga persatuan dan mendukung program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, stabilitas keamanan merupakan fondasi utama untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera. “Kondisi yang aman dan damai adalah kunci pembangunan. Tanpa itu, cita-cita besar bangsa akan sulit tercapai,” tuturnya.
Pertemuan tersebut ditutup dengan doa bersama serta komitmen seluruh unsur daerah untuk terus menjaga Kabupaten Mojokerto sebagai wilayah yang aman, maju, dan harmonis. Turut hadir sejumlah Kepala OPD, camat, pimpinan BUMN, LSM hingga tokoh masyarakat. [tin/kun]






