Surabaya (beritajatim.com) – Guna mengantisipasi lonjakan trafik saat Lebaran 2026, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Surabaya menyiapkan 15 kapal yang terdiri dari 13 kapal penumpang dan 2 kapal perintis. PT Pelni memastikan armada yang disediakan untuk melayani masyarakat dalam kondisi siap dan prima.
Kepala Cabang PT Pelni Surabaya, Roni Abdullah, mengatakan pada periode libur Ramadan dan Lebaran 2026 diperkirakan ada 44.440 penumpang yang akan menggunakan jalur laut untuk pulang ke kampung halaman.
“Kita proyeksikan ada 44 ribu lebih penumpang sampai puncak arus mudik tanggal 18 Maret 2026. Sehingga dengan 15 kapal yang kami sediakan bisa mengangkut sekitar 34 ribu di kapal penumpang dan 10 ribu di kapal perintis,” kata Roni, Rabu (11/2/2026).
Dari 15 kapal yang akan dioperasikan itu, dua di antaranya adalah kapal perintis KM Sabuk Nusantara 91 dan 92. Saat ini, KM Sabuk Nusantara 91 sedang melaksanakan docking yang diperkirakan selesai pada 26 Februari 2026 mendatang.
“Kami tentu berkomitmen untuk memberikan layanan yang prima guna menjawab kebutuhan masyarakat ketika hendak mudik Lebaran 2026,” imbuh Roni.
Selama periode Angkutan Lebaran 2026, KM Sabuk Nusantara 91 akan melakukan penyesuaian rute pada ruas-ruas padat dengan meningkatkan frekuensi pelayaran di Tanjung Wangi – Sapeken. Sementara KM Sabuk Nusantara 92 akan meningkatkan pelayarannya pada ruas Surabaya – Masalembo dan Kalianget – Masalembo.
“Melalui persiapan dan koordinasi yang baik dengan berbagai pemangku kepentingan, Pelni Surabaya siap mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama angkutan Lebaran 2026, sekaligus memperkuat konektivitas dan aksesibilitas khususnya di wilayah Jawa Timur,” terangnya.
Sementara itu, Manajer Komunikasi Korporasi PT Pelni, Nadya Natasya, menegaskan komitmen perusahaan dalam pelayanan masyarakat. Ia mengimbau agar masyarakat menggunakan berbagai fasilitas yang sudah disediakan, seperti pemesanan tiket via Pelni Mobile dan kanal resmi lainnya.
“Komitmen perusahaan untuk selalu mengedepankan tiga pilar utama pelayaran yaitu Safety First, Zero Accident, dan Service Excellence. Sehingga masyarakat bisa menikmati perjalanan yang aman dan nyaman,” tuturnya. (ang/kun)






