Surabaya (beritajatim.com)- — Harga emas kembali menjadi sorotan investor dan masyarakat luas pada 8 Februari 2026 setelah mencatat momentum kenaikan di pasar dunia maupun domestik. Pada perdagangan pagi ini, sejumlah produk emas batangan dan perhiasan menunjukkan pergerakan harga naik tipis hingga signifikan dibanding periode sebelumnya. Berikut rangkuman lengkapnya.
Data harga emas batangan Senin 9 Februari 2026 di berbagai toko Pegadaian dan logam mulia:
Harga Emas Antam & Pegadaian (per gram)
Emas Antam 1 gram: Rp 3.211.000
Emas UBS: Rp 2.972.000
Emas Galeri 24: Rp 2.958.000
Untuk pecahan lebih besar:
10 gram emas batangan mencapai ± Rp 28,9–28,99 juta
100 gram mencatat ± Rp 286–288 juta
1.000 gram (1 kilogram) mencapai ± Rp 2,86–2,88 miliar
Tren ini menunjukkan bahwa harga emas di Indonesia saat ini masih tinggi secara nominal, khususnya pada ukuran batangan yang menjadi favorit investor dan pembeli besar.
Sementara itu, segmen emas perhiasan pada Senin, 9 Februari 2026, menunjukkan variasi harga tergantung kadar karatnya:
Emas 24K: ± Rp 1.936.000–2.439.000 per gram
Emas 22K: Sekitar ± Rp 2.024.000 per gram
Emas rendah (kadar lebih kecil): mulai dari ± Rp 644.000 per gram
Walau harga perhiasan lebih rendah dibanding batangan, trendnya tetap stabil karena faktor biaya pengerjaan (making charge) dan permintaan konsumen.
Di pasar global, harga emas tetap menjadi magnet bagi investor di tengah ketidakpastian ekonomi dan gejolak pasar modal:
Di Vietnam, harga emas batangan SJC naik lebih dari 7 juta VND/ons pada 8 Februari 2026, mencapai ± 179,3 juta VND/ons.
Di Pakistan, harga emas per tola melonjak mencapai Rs 519.462, sementara per 10 gram mencapai ± Rs 445.354. Di pasar komoditas dunia, harga emas mencapai sekitar USD 4.960–4.970 per ounce.
Lonjakan ini didorong meningkatnya permintaan safe-haven dari investor di Asia dan Eropa, serta sentimen positif terhadap pertumbuhan ekonomi global yang belum stabil.
Para analis kini mencatat beberapa pola penting:
Emas mengalami fase konsolidasi setelah penurunan tajam di awal minggu, namun mulai bangkit kembali di perdagangan 8–9 Februari.
Para ahli memperkirakan bahwa volatilitas harga emas bakal terus berlangsung dalam jangka pendek, terutama dipengaruhi oleh kebijakan moneter bank sentral, nilai tukar dolar AS, dan dinamika pasar saham global.
Dengan kondisi ini, emas masih dilihat sebagai instrumen investasi jangka menengah hingga panjang yang menarik, terutama oleh investor yang ingin menjaga nilai aset dari risiko inflasi dan tekanan geopolitik.
Secara keseluruhan, harga emas pada 8–9 Februari 2026 menunjukkan tren naik tipis hingga moderat di pasar domestik maupun internasional. Produk emas batangan masih memimpin dari sisi nilai, sementara emas perhiasan mengalami pergerakan yang lebih stabil. Kombinasi faktor ekonomi global dan permintaan investor menjadi kunci dari dinamika harga tersebut. [aje]






