New York (beritajatim.com) – Badai musim dingin besar saat ini sedang membawa salju lebat ke banyak wilayah di Amerika Serikat (AS).
Cuaca ekstrem ini berdampak pada lebih dari separuh wilayah AS, memicu ancaman gangguan perjalanan hingga risiko pemadaman listrik akibat hujan es dan suhu yang merosot tajam.
Berdasarkan laporan dari media AS seperti USA Today dan CNN, badai diperkirakan memicu akumulasi salju 6–12 inci di sejumlah area, mulai dari wilayah selatan AS hingga Midwest, mid-Atlantic, dan Northeast. Bahkan, beberapa titik diperkirakan bisa menerima salju lebih dari 18 inci.
New York Berpotensi Alami Salju Terbesar Sejak 2021
Sejumlah kota besar menjadi berwarna putih akibat potensi dampak serius badai ini. New York diprediksi bisa mengalami tumpukan salju hingga 16 inci, yang berpotensi menjadi hujan salju terbesar sejak 2021.
Kota-kota lain seperti Washington DC, Philadelphia, hingga Boston juga menghadapi ancaman serupa. Selain salju, badai ini disertai hujan beku (freezing rain) serta gelombang dingin ekstrem yang dapat memperparah kondisi di jalan raya dan bandara.
“Freezing rain dan suhu dingin ekstrem turut menyertai badai ini, meningkatkan risiko pemadaman listrik serta gangguan perjalanan,” demikian rangkuman laporan kondisi badai per 22 Januari 2026.
Suhu Bisa Turun hingga -40°F, Risiko Gangguan Listrik Meningkat
Tak hanya salju tebal, badai juga membawa ancaman suhu sangat rendah. Di beberapa bagian central plains, suhu diperkirakan bisa turun hingga -40°F.
Kondisi ini dapat memperbesar risiko pembekuan infrastruktur, memicu gangguan pasokan energi, serta meningkatkan bahaya bagi warga, terutama kelompok rentan.
“Suhu bisa turun hingga -40°F di sejumlah wilayah central plains,” tulis laporan prakiraan badai musim dingin tersebut.
160 Juta Warga Terdampak, Badai Bergerak dari Texas ke Timur
Dampak badai diperkirakan meluas secara signifikan. Disebutkan, lebih dari 30 negara bagian dan sekitar 160 juta orang bersiap menghadapi dampaknya.
Badai bergerak dari area seperti Texas dan New Mexico, lalu bergerak ke arah timur untuk menghantam kota-kota seperti Nashville, Baltimore, hingga kawasan pesisir timur lainnya.
Wilayah selatan diperkirakan lebih banyak menghadapi hujan es daripada salju. Namun, ketinggian pegunungan di Rockies dan Appalachians diprediksi mengalami akumulasi salju yang lebih tebal.
“Wilayah selatan diperkirakan menghadapi lebih banyak es dibanding salju, sementara daerah pegunungan berpotensi menerima total salju lebih besar,” tertulis dalam ringkasan wilayah terdampak.
Kondisi Snowpack Nasional Masih di Bawah Normal Musim Ini
Meski badai ini membawa salju besar, gambaran secara nasional menunjukkan stok salju musim ini belum sepenuhnya pulih. Data menyebut snowpack nasional baru mencapai 48% dari level normal pada musim ini.
Angka tersebut jauh dari rata-rata tahunan AS yang disebut mencapai 112 inci. Adapun wilayah dengan catatan salju tertinggi secara historis berada di beberapa puncak barat AS, seperti Mount Rainier di Washington, yang rata-rata menerima sekitar 645 inci salju per tahun.
“Snowpack nasional berada di kisaran 48% dari normal musim ini,” demikian laporan kondisi musim dingin.
Waspada Bahaya Perjalanan dan Cuaca Ekstrem
Badai besar ini berpotensi memicu dampak lanjutan, mulai dari penundaan penerbangan, kondisi jalan yang membahayakan, hingga risiko pemadaman listrik akibat hujan es dan suhu beku.
Dengan kondisi cuaca yang terus berkembang, masyarakat di wilayah terdampak diimbau memperhatikan informasi terbaru, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, serta menyiapkan kebutuhan darurat untuk menghadapi kemungkinan gangguan layanan publik. (ted)






