Blitar (beritajatim.com) – Letusan dahsyat Gunung Kelud di masa lalu bukan hanya meninggalkan memori kelam, namun juga keberkahan untuk semesta. Bagaimana tidak, abu vulkanik yang disemburkan Gunung Kelud ternyata bisa menciptakan varietas durian lokal unggulan di wilayah Blitar dan sekitarnya.
Durian ini diberi nama Badugol. Sebuah nama yang memiliki akronim Blitar Asli Durian Gogolantar. Durian yang dulu pertama kali dikembangkan oleh Sutomo warga Gogolatar Desa Kaweron Kecamatan Talun ini, kini telah menyebar ke penjuru Kabupaten Blitar.
Varietas bibit unggul dipadukan dengan tanah lempung berpasir sisa abu vulkanik Gunung Kelud, membuat rasa dan warna dari Durian Badugol sangat khas. Pahit dan manis legit menjadi rasa yang paling dominan. Tak salah jika Durian Badugol ini mampu menjuarai kontes tingkat nasional.
“Durian Badugol ini menjadi varietas yang paling diminati oleh konsumen bukan hanya Jawa Timur tapi juga nasional. Ini merupakan varietas lokal terbaik yang pernah dilahirkan oleh Blitar,” ungkap Anna Luthfie, pemilik Republik Durian Farm pada Selasa (20/01/2026).
Tanah memang menjadi penentu kualitas rasa dari buah durian. Kabupaten Blitar yang notabennya terdampak letusan Gunung Kelud memiliki karakteristik yang unik dari segi tanah.
Hal itulah yang membuat varietas durian lokal Blitar termasuk Badugol, sangat dicari oleh konsumen. Bahkan saat ini para petani durian lokal Badugol kewalahan menerima pesanan baik dari Jawa Timur atau Nasional.
“Badugol ini merupakan durian yang tidak dijual per biji, melainkan sudah dijual dengan kiloan, dimana 1 kilogram durian Badugol dihargai minimal Rp.70 ribu dan satu buah Durian Badugol itu rata-rata 3 kilogram,” bebernya.
Tak hanya rasa dan daging buah yang tebal, Badugol termasuk dalam durian yang produktif. Dalam satu pohon, rata-rata mampu menghasilkan 100 buah dalam sekali panen.
“Maka dari itu yang perlu dikembangkan adalah konsep pertanian terintegrasi, jadi bukan hanya soal produktivitasnya saja tapi harus ada kesinambungan antara penjualan dan penerapan produk turunannya,” tegasnya.
Kabupaten Blitar memang menjadi salah satu penghasil buah durian lokal terbaik di Jawa Timur. Data Dinas Pertanian Kabupaten Blitar menunjukkan saat ini ada 78 ribu pohon durian yang tumbuh dan produktif menghasilkan buah.
Produksi buah durian lokal asli Blitar seperti Badugol pun mencapai 81 ribu kuintal dalam sekali penan. Meski terlihat banyak namun hasil produksi ini belum mampu memenuhi permintaan pasar regional maupun nasional.
“Potensi durian di Kabupaten Blitar itu sangat luar biasa terutama durian durian lokal kita ada beberapa kecamatan yang disitu ada potensi durian,” ucap Siswoyo Adi Prasetyo, Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar.
Dari kajian yang pernah dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar memang menunjukkan faktor tanah bekas letusan Gunung Kelud menjadi penyebab durian lokal di Bumi Penataran memiliki kualitas terbaik.
“Jadi struktur tanah yang ada di Blitar itu yang membuat beda dengan durian daerah lain. Blitar yang notabene lereng Gunung Kelud yang memiliki karakteristik lempung berpasir itu yang membuat beda dengan daerah lain,” pungkasnya.
Untuk pemasaran, para petani durian lokal kini juga menjual secara online. Mereka tidak mau bergantung pada pasar lokal. Bahkan sejauh ini permintaan dari nasional via online justru lebih tinggi dari pasar lokal. [owi/aje]






