Madiun (beritajatim.com) – Lahan kosong yang selama ini dipenuhi semak belukar di lingkungan Lapas Pemuda Madiun mulai dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. Area yang sebelumnya terbengkalai kini disiapkan menjadi sentra peternakan ayam petelur dan kambing sebagai bagian dari program ketahanan pangan.
Program yang digagas melalui Bidang Kegiatan Kerja (Giatja) tersebut sejalan dengan upaya mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, mengatakan pengembangan peternakan dilakukan dengan memanfaatkan lahan yang selama ini belum optimal penggunaannya. Di lokasi tersebut akan dibangun kandang ayam petelur berkapasitas sekitar 1.000 ekor serta peternakan kambing yang ditargetkan mampu menampung sedikitnya 50 ekor.
“Sebelumnya area ini hanya ditumbuhi semak dan rumput liar. Kami ingin mengubahnya menjadi lahan yang produktif dan memiliki nilai manfaat, baik untuk pembinaan warga binaan maupun mendukung ketahanan pangan di lingkungan lapas,” ujarnya.
Saat ini warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian tengah terlibat dalam pembangunan kandang kambing model panggung dan umbar, serta pembuatan baterai kandang untuk ayam petelur.
Menurut Rudi, keberadaan peternakan tersebut nantinya tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan yang dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana.
Selain itu, rumput liar yang banyak tumbuh di kawasan tersebut akan dimanfaatkan sebagai pakan ternak sehingga mendukung konsep pengelolaan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Hasil produksi telur dari ayam petelur nantinya direncanakan untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi warga binaan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar.
Tidak hanya berdampak pada sektor pembinaan dan ketahanan pangan, pemanfaatan lahan tersebut juga dinilai memberi nilai tambah dari sisi keamanan. Lokasi peternakan berada di kawasan yang dapat dipantau langsung dari sejumlah menara pengawas di sekitar area lapas.
“Ketika lahan ini aktif digunakan, pengawasan menjadi lebih optimal. Area yang sebelumnya sepi akan lebih terpantau sehingga dapat meminimalkan potensi penyalahgunaan, termasuk upaya pelemparan barang terlarang dari luar tembok lapas,” kata Rudi.
Melalui program tersebut, Lapas Pemuda Madiun berharap dapat menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih produktif, meningkatkan keterampilan warga binaan, serta memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan. (rbr/kun)






