OKU Timur (beritajatim.com) – Sejumlah pemuda Dusun Keromongan, Desa Sidomakmur, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur, menanam puluhan pohon trembesi di sekitar lapangan sepak bola desa pada Rabu, 24 Juni 2026.
Aksi nyata ini dilakukan untuk menghijaukan lingkungan sekaligus menyulap kawasan yang terbengkalai menjadi ruang publik yang teduh, rindang, dan asri bagi masyarakat setempat.
Kegiatan pelestarian alam tersebut diinisiasi oleh Rohimin, seorang pengurus Yayasan Langkah Bumi Indonesia yang saat ini menetap di Dusun Keromongan. Berkolaborasi dengan lima pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna desa, mereka berhasil menanam sekitar hingga 25 bibit pohon trembesi yang diposisikan mengelilingi area lapangan.
Ketua RT 001 Dusun Keromongan, Dudung, memberikan apresiasi tinggi terhadap gerakan ini. Dirinya menilai keterlibatan aktif generasi muda merupakan langkah krusial dalam membangun kesadaran terhadap isu lingkungan dari tingkat akar rumput.
Dudung mengungkapkan bahwa inisiatif ini murni lahir dari kepedulian sosial untuk menciptakan ruang hidup yang lebih sehat.
“Awalnya kegiatan ini digagas oleh Rohimin. Karena saat ini beliau tinggal di Dusun Keromongan, beliau mengajak para pemuda untuk bersama-sama melakukan penghijauan agar desa menjadi ruang hidup yang lebih asri dan nyaman,” ujar Dudung saat memberikan keterangan.
Fokus penanaman sengaja dipusatkan pada area pinggir lapangan sepak bola di tengah desa yang sudah lama tidak terawat. Lokasi yang strategis tersebut dinilai memiliki potensi besar jika dikembangkan menjadi fasilitas publik atau ruang terbuka hijau (RTH) yang fungsional bagi warga.
Kemudian, Rohimin menjelaskan bahwa kondisi lapangan yang sempat telantar menjadi pemantik utama di balik aksi sosial ini. Menurutnya, penghijauan dengan vegetasi yang tepat adalah solusi berbasis alam (nature-based solution) yang paling efektif untuk menghidupkan kembali lahan kritis di pedesaan.
“Lapangan ini berada di tengah desa, tetapi sudah lama tidak dirawat sehingga terlihat kurang menarik. Karena itu saya berpikir, mengapa tidak dibersihkan dan ditanami pohon trembesi di sekelilingnya. Jika pohon-pohon ini tumbuh dengan baik dan berumur panjang, kawasan ini dapat menjadi ruang hijau yang indah, sejuk, dan menyehatkan bagi warga,” papar Rohimin.
Pemilihan jenis pohon trembesi (Samanea saman) juga didasari oleh pertimbangan ekologis yang matang. Spesies ini dikenal memiliki daya serap gas karbon dioksida (CO2) yang sangat tinggi, memiliki tajuk yang lebar untuk keteduhan maksimal, serta efektif dalam menjaga cadangan air tanah.
Rohimin berharap gerakan stimulan ini dapat memberikan dampak ekologis jangka panjang bagi ekosistem desa. “Kami berharap seluruh pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selain memperindah lingkungan, pohon trembesi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem,” tambahnya.
Di sisi lain, respons positif juga datang dari kelompok pemuda yang terlibat. Mereka mengaku antusias dengan adanya fasilitasi dan arahan program lingkungan seperti ini, mengingat tantangan terbesar pemuda desa saat ini adalah minimnya penggerak atau inisiator program.
“Kami pemuda karang taruna sebenarnya senang kalau ada kegiatan begini, tapi kadang jarang ada yang mengawali, jarang ada yang mengarahkan. Pun kalau mau jalan sendiri-sendiri kurang semangat,” ungkap salah satu pemuda desa yang ikut turun ke lapangan.
Melalui aksi kolaboratif ini, generasi muda Dusun Keromongan berharap dapat memantik rasa kepemilikan kolektif di kalangan warga desa. Mereka juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama merawat dan menjaga pohon-pohon tersebut agar manfaatnya dapat diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi mendatang. [ian]






