Gresik (beritajatim.com) – Babinsa TNI dari Koramil 0817/15 Dukun, Kopka Budi Haryono, melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok (sembako) di Pasar Dukun, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jumat (2/1/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan ketersediaan serta stabilitas harga sembako bagi masyarakat, khususnya di awal tahun 2026.
Dalam pemantauan tersebut, Babinsa mengecek langsung harga sejumlah komoditas utama, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, daging ayam, cabai, dan bawang. Selain itu, Kopka Budi juga berdialog dengan para pedagang dan pembeli guna mengetahui kondisi pasar serta daya beli masyarakat.
Kopka Budi Haryono menyampaikan bahwa secara umum harga sembako di Pasar Dukun masih relatif stabil, meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan ringan.
“Kami rutin melakukan pengecekan di pasar untuk memantau perkembangan harga dan memastikan tidak ada lonjakan harga yang signifikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemantauan tersebut merupakan bagian dari peran TNI dalam mendukung ketahanan pangan serta menjaga stabilitas ekonomi di wilayah binaan. Jika ditemukan kenaikan harga yang tidak wajar atau kelangkaan barang, Babinsa akan segera melaporkannya kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti.
Kehadiran Babinsa di pasar disambut positif oleh para pedagang. Salah seorang pedagang, Fatimah (51), menilai pemantauan tersebut memberikan rasa aman sekaligus menunjukkan kepedulian TNI terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
“Awal tahun 2026 harga sembako relatif stabil. Beras kualitas terbaik bahkan turun dari Rp17 ribu per kilogram menjadi Rp16 ribu per kilogram. Untuk telur saat ini di kisaran Rp26 ribu per kilogram,” ungkapnya.
Dengan adanya pemantauan rutin dari Babinsa TNI, diharapkan harga sembako tetap terkendali sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. [dny/but]






