Ngawi (beritajatim.com) – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), sejumlah komoditas sayuran di pasar tradisional Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengalami lonjakan harga cukup signifikan. Kenaikan harga terjadi merata pada berbagai jenis sayuran yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Pantauan di Pasar Besar Ngawi, Minggu pagi (23/11/2035), menunjukkan harga daun sawi yang sebelumnya Rp4.000 per kilogram kini menjadi Rp12.000. Daun seledri bahkan naik hampir dua kali lipat, dari Rp20.000 menjadi Rp35.000–Rp40.000 per kilogram.
Tidak hanya itu, wortel juga ikut melambung dari Rp20.000 menjadi Rp24.000 per kilogram. Sayuran lain seperti slada kini dibanderol Rp50.000 dari sebelumnya Rp25.000, sementara kacang panjang naik dari Rp6.000 menjadi Rp10.000 per kilogram.
Kenaikan harga ini diduga imbas dari tingginya permintaan untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus rendahnya pasokan akibat sebagian petani mengalami gagal panen. Cuaca buruk belakangan ini turut memperparah kondisi di lapangan.
Komoditas dapur lainnya juga tak luput dari gejolak harga. Bawang merah kini mencapai Rp50.000 dari sebelumnya Rp35.000 per kilogram. Cabai rawit ikut melejit dari Rp25.000 menjadi Rp50.000 per kilogram. Meski begitu, cabai merah keriting justru sedikit turun dari Rp50.000 menjadi Rp45.000 per kilogram. Harga bawang putih sendiri masih stabil di Rp28.000 per kilogram.
Terong pun mengalami kenaikan dua kali lipat, dari Rp5.000 menjadi Rp10.000 per kilogram. Kondisi ini menimbulkan keluhan dari para konsumen yang merasa semakin terbebani dalam memenuhi kebutuhan harian.
“Kenaikan harga cukup meresahkan. Ini baru sayuran saja. Akhirnya kami beli eceran karena semua mahal,” keluh Setiani Liana, salah satu warga Ngawi.
Para pedagang juga mengakui bahwa kenaikan permintaan dan sulitnya stok dari petani menjadi penyebab utama melambungnya harga sayur.
“Naik semua karena banyak permintaan MBG dan petani banyak yang gagal panen akibat cuaca,” ujar Samsuri, pedagang Pasar Besar Ngawi.
“Daun seledri sampai Rp40 ribu. Diperkirakan harga masih akan terus naik hingga mendekati Nataru,” tambah pedagang lainnya, Bagus Widiantoro.
Selain sayuran, harga tomat juga naik dari Rp12.000 menjadi Rp16.000 per kilogram. Sementara telur masih stabil di angka tinggi yakni Rp30.000 per kilogram.
Melihat kondisi pasar yang terus bergerak fluktuatif, masyarakat diimbau agar lebih cermat dalam mengatur kebutuhan belanja, karena harga bahan pangan diprediksi akan terus meningkat hingga puncak libur Nataru mendatang. [fiq/aje]






