Yogyakarta (beritajatim.com)– Nama Rahmad Pribadi, yang sekarang menjabat sebagai Dirut Pupuk Indonesia semakin identik dengan langkah besar transformasi di PT Pupuk Indonesia. Sejak ditunjuk Menteri BUMN pada Agustus 2023 untuk menggantikan Bakir Pasaman, ia langsung bergerak cepat membawa perusahaan pelat merah itu memasuki era smart agriculture dan green transformation.
Kinerjanya kembali mendapat sorotan positif setelah Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memuji keberhasilan pemerintah menjaga distribusi pupuk nasional—sebuah capaian yang tidak lepas dari strategi kepemimpinan Rahmad Pribadi.
Lahir di Yogyakarta 55 tahun lalu dan bersekolah di SMA Negeri 3 Yogyakarta, Rahmad melanjutkan pendidikan tinggi ke Amerika Serikat. Ia meraih gelar Sarjana Administrasi Bisnis dari University of Texas at Austin, sebelum melanjutkan studi hingga memperoleh gelar Master of Public Administration dari Harvard University.
Karier profesionalnya dimulai di Caltex Pacific Indonesia. Dari sana, Rahmad memasuki dunia korporasi dan menempati berbagai posisi strategis, mulai dari CEO Bakrie Niagatama, penasihat direksi Pertamina EP Libya LTD, hingga Direktur Puri Petroleum Resources Limited.
Di sektor industri pupuk dan petrokimia, Rahmad lebih dulu dipercaya memimpin Petrokimia Gresik (2016–2017), kemudian Semen Baturaja (2017–2018), hingga kembali ke Gresik sebelum akhirnya didapuk menjadi Direktur Utama Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim). Rekam jejak itu menjadi modal penting ketika ia dipilih sebagai Dirut Pupuk Indonesia.
Memimpin perusahaan pupuk terbesar di Asia Tenggara bukan tugas ringan. Rahmad diberi mandat besar, salah satunya menyelesaikan pembangunan pabrik pupuk di Fakfak, Papua Barat, yang ditargetkan beroperasi pada 2027. Pabrik ini akan memproduksi amoniak dan methanol untuk mendukung energi bersih, sekaligus memperkuat pasokan pupuk di wilayah Indonesia Timur.
Ia juga fokus menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi dan non-subsidi agar selalu berada di atas batas minimum. Langkah efisiensi, inovasi, dan perbaikan tata kelola ia dorong keras untuk menjadikan Pupuk Indonesia sebagai pemain pupuk global.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Di Anugerah BUMN 2025, Pupuk Indonesia meraih tiga penghargaan sekaligus yakni Strategi Pertumbuhan Terbaik, Inovasi Bisnis Terbaik. Kolaborasi Strategis Terbaik
Ia juga mengukir pencapaian pribadi di luar lingkup BUMN, antara lain Green Leadership Award dari KLHK dan Innovation Award pada PIIA Summit atas efisiensi yang menghasilkan kontribusi pendapatan Rp1,3 triliun. Saat ini, ia juga menjabat sebagai Chairman Sustainability Committee di International Fertilizer Association (IFA).
Distribusi pupuk yang lancar kembali mendapat apresiasi Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat melakukan kunjungan ke Bondowoso, Jawa Timur. Ia menyambut baik kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen yang sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto.
“Terima kasih Presiden Prabowo, terima kasih Pupuk Indonesia,” ujarnya setelah mendengar laporan harga pupuk yang menurun dan stok yang terjaga.
Rahmad menegaskan komitmennya menjaga transparansi tata kelola pupuk dan memastikan kios-kios mematuhi harga eceran tertinggi. Menurutnya, kebijakan penurunan HET sangat berpihak pada petani dan meningkatkan efisiensi distribusi.
Transformasi digital menjadi andalan Rahmad dalam memperkuat ketahanan pangan. Pupuk Indonesia mengembangkan pendekatan precision farming berbasis data melalui program Agrosolution dan teknologi PreciX.
Teknologi ini diklaim mampu membawa dampak positif di antaranya meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk hingga 30%, menghemat air hingga 37% dan menaikkan hasil panen lebih dari 30%.
Riset Pupuk Indonesia pada 2024 di 46 titik demplot di 12 provinsi mencatat kenaikan produktivitas rata-rata 13,5%.
Prestasi demi prestasi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seorang pemimpin. Bagi Rahmad, nilai lebih penting adalah ketika petani tersenyum karena pasokan pupuk lancar, harga stabil, dan pendapatan meningkat.
Lewat langkah berkelanjutan inilah, Rahmad Pribadi berupaya memastikan ketahanan pangan nasional terus terjaga dan Pupuk Indonesia berdiri sebagai pilar utama pertanian Indonesia modern. [aje]






