Surabaya (beritajatim.com) – Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Timur (Jatim) yang merana karena kekurangan mahasiswa tidak bisa serta-merta menyalahkan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH). Persaingan ketat antar-PTS sendiri disinyalir menjadi biang keroknya.
Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemendikbudristek, Mukhamad Najib, menyebut fenomena ini perlu dianalisis lebih dalam.
“Itu nanti datanya perlu kita lihat ya. Karena ada juga PTS yang justru kelebihan mahasiswa,” kata Najib di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Selasa (18/11/2025).
Menurutnya, masalah kekurangan mahasiswa di beberapa PTS bisa jadi bukan karena membeludaknya kuota di PTN BH.
“Jadi ini bisa jadi bukan karena PTN BH, tapi bisa jadi memang ada dinamika persaingan di antara PTS-PTS sendiri juga. Karena masing-masing punya segmen sendiri-sendiri,” tegasnya.
Najib bahkan membeberkan data agregat jumlah mahasiswa di Jatim yang justru meningkat tajam dari tahun ke tahun. “Kalau dari agregat jumlah mahasiswa, di Jawa Timur mengalami peningkatan dari tahun-tahun. Bahkan dari tahun 2024 ke 2025 itu mahasiswa Jawa Timur mengalami peningkatan sekitar 30.000 mahasiswa baru,” ungkap Najib.
Peningkatan ini menjadi bukti bahwa daya serap pendidikan tinggi di Jatim masih tinggi, namun alokasi mahasiswanya tidak merata ke semua PTS. “Artinya, sebenarnya bisa jadi memang ada PTS-PTS yang tidak mampu untuk mengejar jumlah mahasiswa itu karena memang situasi persaingan yang tinggi di antara PTS,” imbuhnya.
Najib menyimpulkan bahwa permasalahan ini harus menjadi bahan refleksi bagi seluruh penyelenggara PTS. Solusi jangka panjangnya adalah peningkatan mutu dan daya tarik. “Saya kira ini juga menjadi bahan refleksi, bagaimana kita sama-sama berusaha meningkatkan kualitas sehingga tetap memiliki daya tarik bagi mahasiswa,” ujarnya.
Pihaknya mendorong agar Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) berkomitmen menjaga kualitas. Tujuannya, agar PTS selalu menjadi pilihan menarik bagi lulusan SMA atau calon mahasiswa potensial.
“Ini yang kita dorong makanya ABPPTSI sebagai badan penyelenggara komit untuk selalu meningkatkan pengelolaan sehingga kualitas PTS di Indonesia selalu meningkat,” tutup Najib.
Sebagai informasi, ratusan pimpinan PTS se-Jatim berkumpul di Untag Surabaya untuk mencari strategi bertahan dan bersaing sebagai respon kebijakan PTN-BH dan rencana masif masuknya kampus asing. [ipl/kun]






