Sumenep (beritajatim.com) – Nilai investasi di Kabupaten Sumenep selama tahun 2024 tercatat sebesar Rp2,7 triliun. Angka tersebut meningkat dibanding tahun 2023, sebesar Rp2,1 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Mllodal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Abd. Rahman Riyadi mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan meningkatnya nilai investasi di Sumenep. Salah satunya adalah adanya regulasi berupa Peraturan Bupati Nomor 34 dan 35 tahun 2024 terkait pemberian fasilitasi insentif dan kemudahan penanaman modal bagi para pelaku usaha.
“Kami berupaya memberikan informasi terkait peluang investasi di Sumenep, serta menggiring pertumbuhan investasi melalui promosi,” katanya, Selasa (11/11/2025).
Lebih lanjut Rahman menjelaskan, dari realisasi investasi Rp 2,7 trilyun tersebut, terbanyak dari sektor perdagangan makanan, jasa, dan kontruksi. “Kalau total unit usahanya ada 16.956. Itu sudah menyerap tenaga kerja sebanyak 38.009 orang,” terangnya.
Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumenep juga mengalami tren peningkatan yang cukup baik pada tahun 2024, yakni mencapai 3,77% pada tahun 2024 . Termasuk angka pengendalian Inflasi Kabupaten Sumenep YoY sebesar 3,2 % sudah mulai terjaga dengan baik.
“Kami berusaha untuk merumuskan strategi promosi investasi yang tepat sasaran, sekaligus membangun kerjasama yang solid antara pelaku usaha dan pemerintah daerah. Ini upaya untuk meningkatkan investasi di tengah tantangan secara regional dan nasional,” tandasnya. [tem/suf]






