Surabaya (beritajatim.com) – Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) terus tancap gas dalam pengembangan ekosistem Artificial Intelligence (AI) di Jawa Timur.
Terbaru, ISTTS sukses menggelar workshop intensif. Kolaborasi strategis dengan NVIDIA Deep Learning Institute (DLI) dan IAIS Chapter Jawa Timur.
Kegiatan bertajuk “Building Transformer-Based Natural Language Processing Applications” ini fokus membedah teknologi Transformer. Arsitektur dasar di balik fenomena Generative AI (Gen AI) dan Large Language Models (LLM) saat ini.
Instruktur utama workshop ini, Dr. Ir. Joan Santoso, S.Kom., M.Kom,. Ia adalah Direktur Riset dan Inovasi ISTTS. Juga seorang NVIDIA University Ambassador dan certified instructor.
Joan Santoso menegaskan, kegiatan ini adalah kontribusi aktif ISTTS dalam penyelenggaraan workshop AI di kancah regional.
“Peserta kami berikan pemahaman mendalam. Konsep dasar dan penerapan model Transformer. Untuk berbagai aplikasi di bidang Pengolahan Bahasa Alami (NLP),” kata Joan, Minggu (9/11/2025).
Workshop membekali 50 peserta terpilih dengan tiga pilar pengetahuan utama. Pertama, Transformer sebagai Dasar LLM. Yaitu, memahami arsitektur transformer sebagai ‘blok bangunan’ (basic building blocks) LLM modern yang canggih untuk aplikasi NLP.
Kedua, Kunci Self-Supervision. Mempelajari teknik self-supervision. Konsep yang menjadi kunci keunggulan model seperti BERT dan varian LLM lainnya. Mampu menghasilkan kinerja NLP superior.
Ketiga, aplikasi praktis dunia nyata. Fokus pada pemanfaatan model LLM pre-trained (pralatih). Untuk menyelesaikan tugas-tugas NLP. Mulai dari klasifikasi teks, Named-Entity Recognition (NER), hingga sistem Question Answering (tanya jawab).
Peserta datang dari beragam kota. Jawa Timur, Jogjakarta, dan wilayah lain.
Kolaborasi antara ISTTS, NVIDIA DLI, dan IAIS Chapter Jawa Timur ini diharapkan dapat terus mengakselerasi adopsi dan pengembangan talenta AI di Indonesia. Mempersiapkan praktisi dengan keterampilan yang sangat dibutuhkan di era Gen AI. [ipl]






