Blitar (beritajatim.com) – Capaian investasi di Kota Blitar berhasil menembus angka Rp230 miliar hingga triwulan III tahun 2025. Meski demikian, laju penanaman modal ini diakui sedikit tertahan oleh kondisi perekonomian nasional yang masih melambat, yang berdampak pada minat investor.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Blitar, Heru Eko Pramono, berharap angka ini dapat terus meningkat di triwulan IV atau menjelang Januari mendatang.
“Triwulan tiga kurang lebih mencapai 230 miliar. Semoga di triwulan keempat nanti, sekitar Januari, angkanya bisa bertambah,” ujar Heru, Rabu (22/10/2025).
Heru tidak menampik bahwa sejumlah faktor eksternal mempengaruhi capaian investasi di daerah. Situasi ekonomi nasional yang cenderung stagnan menjadi tantangan utama yang berdampak langsung pada minat investor untuk menanamkan modalnya di Kota Blitar.
“Banyak hal yang mempengaruhi, karena kondisi ekonomi masyarakat secara nasional sedang stagnan. Jadi tentu berpengaruh terhadap nilai investasi di Kota Blitar,” jelasnya.
Meskipun dihadapkan pada tantangan tersebut, DPMPTSP Kota Blitar tetap optimistis tren investasi akan kembali menunjukkan gairah di tahun mendatang. Optimisme ini didasari oleh fakta bahwa saat ini sejumlah proyek dan perizinan investasi baru tengah dalam tahap proses. Heru menargetkan proyek-proyek tersebut dapat terealisasi dan mulai berjalan pada tahun depan.
“Di tahun ini sudah ada beberapa yang mulai berproses perizinannya. Semoga di tahun depan bisa segera launching, sehingga nilai investasi kita naik,” tambah Heru.
Heru menegaskan, pemerintah daerah tidak tinggal diam dan terus berupaya mendorong iklim investasi yang kondusif, terutama dengan memberikan berbagai kemudahan dalam pelayanan perizinan.
“Harapannya, semakin banyak investor yang melirik Kota Blitar sebagai daerah potensial untuk pengembangan usaha,” tutupnya. [owi/beq]






