Ringkasan Berita:
- Jari tangan seorang siswa SDN Bangunsari 03 Madiun tersangkut di lubang meja saat berada di kelas hingga harus dievakuasi petugas Damkar.
- Tim Damkar Kabupaten Madiun berhasil melepaskan jari siswa bernama Ahmad Aryan Izzul Abror (7) setelah proses penanganan sekitar 20 menit.
- Insiden ini menjadi perhatian agar sekolah lebih memperhatikan kondisi fasilitas belajar untuk mencegah kejadian serupa.
Madiun (beritajatim.com) – Seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Madiun mengalami insiden tak biasa saat mengikuti kegiatan belajar di dalam kelas. Jari tangannya tersangkut di lubang meja sehingga tidak dapat dilepaskan, membuat pihak sekolah meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Madiun untuk melakukan evakuasi.
Peristiwa tersebut terjadi di SDN Bangunsari 03, Jalan Cempaka, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, pada Kamis (23/7/2026) pagi.
Laporan kejadian diterima petugas Damkar sekitar pukul 08.32 WIB dari guru SDN Bangunsari 03, Lika Herawati. Setelah menerima laporan, Regu A Pos 1 Damkar Satpol PP Kabupaten Madiun langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 08.37 WIB dan tiba lima menit kemudian.
Setibanya di sekolah, petugas segera melakukan proses evakuasi terhadap siswa bernama Ahmad Aryan Izzul Abror (7). Dengan menggunakan peralatan khusus, petugas berupaya melepaskan jari tangan korban yang terjepit di lubang meja.
Proses penanganan berlangsung sekitar 20 menit. Pada pukul 09.03 WIB, jari tangan siswa tersebut akhirnya berhasil dilepaskan dan korban dinyatakan dalam kondisi aman.
Kabid Kesiapsiagaan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Satpol PP Kabupaten Madiun, Andy Koerniawan, mengatakan proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala berarti dan kondisi korban berhasil ditangani dengan aman.
“Petugas berhasil melepaskan jari tangan korban dari lubang meja. Seluruh proses berjalan aman dan lancar,” ujar Andy.
Berdasarkan laporan petugas, terdapat satu kendala teknis selama proses evakuasi, yakni sarung tangan petugas mengalami kerusakan saat melakukan penanganan. Namun, kondisi tersebut tidak menghambat jalannya proses penyelamatan hingga selesai.
Kejadian tersebut menjadi perhatian bagi pihak sekolah agar lebih meningkatkan pemeriksaan terhadap fasilitas belajar, terutama meja dan kursi siswa. Pemeliharaan sarana pendidikan secara berkala dinilai penting untuk mencegah potensi kecelakaan serupa terjadi di lingkungan sekolah. [rbr/suf]






