Gresik (beritajatim.com)- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Timur optimis target menghimpun zakat sampai akhir tahun 2025 sebesar Rp 60 miliar terealisasi. Penegasan ini disampaikan oleh Ketua Baznas Jatim KH.Ali Maschan Moesa di Gresik, Senin (22/9/2025).
Mantan Ketua PWNU Jatim itu menuturkan, dari target menghimpun zakat tersebut. Bulan September 2025 mendekati Rp 50 miliar dan optimis bisa memenuhi target.
“Untuk mendongkrak target tersebut, kami pengurus di Jawa Timur berkeliling bertemu kepala daerah sambil melakukan edukasi. Baik itu ASN, pelaku usaha dan komunitas lainnya,” tuturnya.
Ali Maschan Moesa juga menjelaskan selain menghimpun zakat. Baznas Jatim juga bekerjasama dengan ITS Surabaya terkait dengan pelayanan digitalisasi dalam penyaluran zakat. “Dari layanan itu, masyarakat tinggal menyalurkan lalu laporannya langsung ter-update secara rinci,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Perencanaan Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) Ahmad Hambali menambahkan, dari 38 provinsi yang tersebar. Provinsi Jawa Timur masuk tiga besar setelah DKI Jaya dan Jawa Barat.
“DKI Jaya masih yang terbesar dana menghimpun zakatnya mencapai Rp 400 miliar. Disusul Jawa Barat Rp 60 miliar baru kemudian Jawa Timur,” imbuhnya.
Masih menurut Ahmad Hambali dari sekian dana menghimpun zakat sebagian besar disalurkan ke fakir miskin kemudian bantuan beasiswa bagi pelajar atau mahasiswa yang berasal dari golongan keluarga tidak mampu. “Paling banyak membantu fakir miskin karena permintaan paling besar dibanding lainnya,” pungkasnya. [dny/kun]






