Bondowoso (beritajatim.com) – Sekitar 4.000 ton gula produksi petani tebu rakyat di Bondowoso menumpuk di gudang Pabrik Gula (PG) Pradjekan. Gula menumpuk karena tak laku terjual dalam enam kali lelang terakhir.
Nilainya diperkirakan mencapai Rp 60 miliar, mengacu pada harga pokok penjualan (HPP) lelang sebesar Rp14.500 per kilogram.
Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Bondowoso, Rolis Wikarsono, mengungkapkan kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Bondowoso, namun juga dialami daerah lain secara nasional.
“Awal panen di bulan Mei, tapi sejak enam minggu terakhir gula itu tidak laku. Biasanya, setiap lelang di PG Pradjekan laku 1.000 ton, tapi kali ini tidak ada pembelian,” ujarnya pada BeritaJatim.com, Jumat (8/8/2025).
Rolis menduga, salah satu penyebabnya adalah masuknya gula impor dan gula jenis lain yang tidak melalui mekanisme lelang petani.
Padahal, hasil panen tahun ini dinilai cukup baik dengan rendemen rata-rata 7 persen, sehingga seharusnya petani tidak merugi.
Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk menyerap gula petani seperti halnya beras yang dibeli pemerintah saat overstock.
Menurutnya, penyerapan ini penting agar roda usaha tebu rakyat tetap berjalan, termasuk untuk membayar tenaga kerja dan modal tanam tahun berikutnya.
Sementara ini, petani terpaksa mengajukan pinjaman ke bank sebagai dana talangan dengan menjaminkan stok gula di gudang.
Namun, skema ini dinilai tidak bisa bertahan lama karena beban bunga yang harus dibayar, sementara penjualan masih tersendat.
“Harapan kami, pemerintah hadir membantu, supaya gula rakyat ini terserap. Kalau dibiarkan, bukan hanya petani yang rugi, tapi juga seluruh mata rantai usaha tebu,” tegas Rolis. (awi/but)







5 Komentar
Apa gunanya negara ini apabila gak ada solusi utk petani, saat petani panen raya hentikan impor …apa bodoh negara ini …mau membunuh petani. Semua bahan pangan akan normal apabila pemerintah betul betul kerja ..anggota DPR kerja bener … kalau cuma sekedar kerja beginilah hasilnya duduk manis mkn gaji buta…saat petani menjerit hasil panen tdk normal apa langkah pemerintah dan DPR ? Semua buta….
Kekuasaan kerasukan roh kapitalis, menindas rakyat agar semakin miskin, berpihak pengusaha kaya. Bajingan !!!
waktunya nagih janji ama prabowo yang kataanya swasembada lah, eh nyatanya masih ada impor juga …. payah !
Gak laku lelang ya jual aja langsung ke rakyat di koperasi merah putih, siapa yg tidak butuh gula
Kurang cerdas aja cara menjualnya
Kalau selalu lewat lelang maka hanya PT besar yg bermain sehingga membuat petani rugi dan harga gula di pasaran melambung tinggi
Presiden Prabowo katanya janji menjadikan pertanian sebagai andalan. Katanya program swasembada lah yang ini lah yang itu lah … mulukmuluk ujung ujungnya petani tetap hidup susah. Mafia impor juga masih ada. Gimana mau maju bangsa ini kalo isinya omong kosong semua