Malang (beritajatim.com) – Surplus konsumsi gula di Indonesia terus menjadi perhatian, terutama karena dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan solusi inovatif berupa Kokoluks, sirup sehat berbahan dasar Virgin Coconut Oil (VCO) yang dirancang untuk menjadi alternatif minuman manis yang lebih aman.
Inovasi ini lahir melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan digagas oleh tim lintas jurusan yang diketuai oleh Azhar Ramadhan Sarita, mahasiswa Program Studi Fisioterapi UMM. Menurut Azhar, ide Kokoluks mulai dikembangkan pada akhir 2024 dan diformulasikan secara serius sejak awal 2025.
“Kokoluks adalah sirup berbasis VCO yang kaya manfaat. Selain meningkatkan energi, produk ini juga mendukung program diet, menjaga kadar gula darah, dan menangkal radikal bebas berkat kandungan antioksidannya,” jelas Azhar pada beritajatim.com, Kamis (7/8/2025).
Azhar menjelaskan bahwa latar belakang keilmuannya di bidang fisioterapi turut memengaruhi arah pengembangan produk. Ia menyaksikan langsung bagaimana konsumsi gula berlebih menjadi faktor risiko bagi banyak pasien. Dari situlah muncul gagasan untuk menciptakan produk minuman sehat yang tetap nikmat namun rendah risiko.
Alih-alih menggunakan gula rafinasi, tim ini memilih pemanis alami seperti eritritol yang dikenal lebih aman bagi penderita diabetes. Pemanis ini tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah.
“VCO mengandung asam laurat yang mampu melawan virus, bakteri, dan jamur. Lemak sehatnya cepat dikonversi menjadi energi, sehingga cocok untuk pelaku diet keto, clean eating, dan gaya hidup sehat lainnya,” tambahnya.
Kokoluks saat ini telah memasuki tahap uji coba awal dan diproduksi dalam skala kecil untuk keperluan penelitian. Formula sirup ini telah difinalisasi dan menunggu hasil uji laboratorium sebelum dapat diproduksi secara massal.
Proses produksi dilakukan secara sistematis dan higienis, mulai dari sterilisasi alat, pencampuran fase air dan minyak, hingga pengemasan. Semua tahapan dirancang mengikuti standar ilmiah agar menghasilkan produk berkualitas dan aman konsumsi.
“Formulanya sudah fix. Kami tinggal menunggu hasil uji lab. Kalau sudah lolos, kami siap produksi massal dan memasarkan ke masyarakat,” ujar Azhar.
Meski hanya terdiri dari tiga anggota, tim PKM ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk melahirkan inovasi berdampak. Mereka harus cermat membagi waktu di tengah padatnya kegiatan akademik.
“Kesulitan utama kami adalah manajemen waktu. Tapi semangat kami tidak padam karena kami percaya produk ini bisa membawa manfaat besar bagi masyarakat luas,” kata Azhar.
Lebih dari sekadar minuman, Kokoluks hadir membawa misi sosial. Tim pengembang ingin mengubah pola konsumsi masyarakat dengan menawarkan pilihan minuman yang lebih sehat dan alami. Mereka menargetkan segmen pasar yang peduli terhadap kesehatan, termasuk penderita diabetes, pelaku diet, hingga masyarakat urban yang mulai sadar pentingnya pola makan sehat.
“Kami ingin mendorong masyarakat agar tidak lagi bergantung pada minuman tinggi gula atau fast food. Kokoluks bisa menjadi bagian dari gaya hidup baru yang lebih sadar kesehatan,” katanya menutup. (dan/kun)






