Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyebut proses penurunan bendera One Piece bergambar tengkorak dan penghapusan mural sejenis, tidak ada penolakan dari warga pemasang, hari Selasa (5/8).
Eri menyampaikan, Pemkot Surabaya melakukan edukasi kepada setiap warga pemasang bendera One Piece. Pemkot meminta agar warga memasang bendera Merah Putih sebagai simbol pengingat serta menghargai jasa para pahlawan.
“Alhamdulillah, gak onok (tidak ada warga yang menolak untuk menurunkan). Ya, kita (pemkot) kan memberikan pengertian. Setelah diberikan pengertian, alhamdulillah mereka mengerti dan diturunkan dan dihapus,” kata Eri Cahyadi, Selasa (5/8/2025).
Eri menyampaikan, larangan memasang bendera One Piece saat momen HUT RI itu sudah menjadi tugas pemerintah, yang memiliki kewajiban untuk mengedukasi setiap warganya.
“Kita memberikan edukasi pendekatan. Iki loh gak ono sing larang (ini loh tidak ada yang melarang). Tapi lek wayah e (waktunya) kemerdekaan, mbok yo ojo (ya jangan) dikibarno bendera (One Piece) itu,” terang Eri.
Sementara terpisah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru menyampaikan, penertiban bendera One Piece telah dilakukan di sebanyak enam lokasi berbeda.
“Ada enam lokasi. Sudah bersih. Ya dicat (di jalan paving) sudah diblok gitu. Diblok jadinya ada gambarnya gitu terus akhirnya di hitam gitu ya. Diketahuinya kemarin,” ucap Tundjung. [ama/but]







3 Komentar
Jangan paranoid jangan lebay
Dargombes iku loh tukang parkir tambah akeh ae nang suroboyo.. Dadi opo iki kuto suroboyo malah akeh pungli teko meduro tok
Kakean cocot iku loh tukang parkir tambah akeh nang suroboyo
Gawe aturan ngambang koyok taek
Daerah-daerah tambah dadi kekuasaannya wong meduro
Wes tambah semrawut suroboyo saiki