Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya mulai menjalani latihan di Sam Kerr Football Centre, Perth, Australia, Selasa (8/7/2025). Latihan ringan ini menjadi adaptasi awal skuad Bajol Ijo dengan kondisi cuaca dingin yang cukup ekstrem dibanding Surabaya.
Pelatih Persebaya, Eduardo Perez, mengatakan latihan ini penting untuk menyiapkan skema permainan yang akan digunakan saat menghadapi Football West All Star pada Rabu (9/7/2025) besok.
“Jadi saya akan menjajal skema pemain yang akan diturunkan di ujicoba besok dan ini merupakan ujicoba pertama tim Persebaya jelang musim 2025/2026,” ujar Coach Edu.
Menariknya, sejumlah pemain Persebaya terlihat mengenakan deker dan sarung tangan saat latihan untuk menghalau rasa dingin. Maklum, suhu di Perth tercatat hanya 13 derajat Celsius. Ditambah kecepatan angin yang mencapai 43 km/jam, suhu terasa seperti 9 derajat Celsius.
“Di sini cuacanya cukup dingin, saat latihan menjelang malam suhu tercatat 13 derajat Celsius, namun kecepatan angin yang mencapai 43 km/jam membuat suhu terasa 9 derajat Celsius,” imbuh Eduardo Perez.
Persebaya membawa 20 pemain dalam training camp di Australia. Mereka di antaranya Ernando Ari, Andhika Ramadhani, Dime Dimov, Kadek Raditya, Randy May Hanson, Risto M, Catur Pamungkas, Sheva Kardanu, Sadida Nugraha, Dimas Wicaksono, Oktafianus F, M Ichas Baihaqi, Alfan Suaib, Malik Risaldi, F Rivera, Milos Raickovic, Bruno Moreira, Dejan Tumbas, Gali Freitas, dan Rizky Pangestu.
Sementara dua pemain, Rahmad Irianto dan Koko Ari, tidak diboyong ke Australia karena masih menjalani program latihan terpisah usai cedera musim lalu.
Uji coba melawan Football West All Star ini menjadi salah satu rangkaian penting persiapan Persebaya menjelang kompetisi Liga 1 musim 2025/2026. Selain mengasah taktik dan fisik pemain, laga ini juga menjadi ajang untuk menyesuaikan diri dengan pola permainan baru yang diterapkan oleh Eduardo Perez. [way/beq]






